Laporkan Masalah

KPU dalam Pemilu 2004 perjuangan Membangun Kemandirian dan Kapabilitas (Studi Kasus KPU Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)

PURNOMO, Aditya, Aditya Purnomo

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

KPU pada Pemilu 2004 telah mengalami reformasi kelembagaan sebagai upaya menciptakan lembaga penyelenggara pemilu yang ideal. Di sisi lain, electoral process dan electoral laws dalam Pemilu 2004 mengalami perubahan mendasar yang seringkali tidak ditemukan contohnya dalam pemilu-pemilu yang pernah dilaksanakan di republik ini. Beban berat harus dihadapi KPU untuk mewujudkan Pemilu 2004 sebagai pemilu yang demokratis. Padahal, kemandirian dan kapabilitas KPU pada Pemilu 2004 tetap diragukan. KPU Sleman juga mengalami keraguan yang sama. Bagaimana perjuangan KPU Sleman dalam membangun kemandirian dan kapabilitasnya? Untuk menganalisa permasalahan tersebut, digunakan kerangka pemikiran mengenai demokrasi, pemilu yang demokratis, lembaga penyelenggara pemilu, serta kemandirian dan kapabilitas lembaga penyelenggara pemilu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan studi kasus KPU Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menyimpulkan KPU Sleman cukup berhasil menunjukkan kemandirian dan kapabilitas sebagai penyelenggara Pemilu 2004. Kemandirian lembaga ini didukung adanya peluang kemandirian, berupa: netralitas pemerintah daerah, adanya dukungan masyarakat, setting sosial-politik masyarakat Sleman, dan rendahnya tingkat intervensi dalam Pemilu 2004. Kemampuan KPU Sleman memanfaatkan peluang tersebut tampak dengan kemandirian lembaga ini dari peserta Pemilu 2004. Sedang, KPU Sleman juga cukup mampu menunjukkan kapabilitasnya sebagai penyelenggara Pemilu 2004. Kapabilitas KPU Sleman terbentuk dari kemampuannya dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi tantangan kelembagaan. Kapabilitas KPU Sleman telah ditunjukkan dengan melihat keberhasilan, berupa: tidak adanya gugatan terhadap kinerja KPU Sleman, tahapan pemilu berlangsung sesuai jadwal dan relatif berhasil, relatif mampu melaksanakan pemilu berdasarkan parameter-parameter pemilu yang demokratis, dan tidak adanya gejolak sosial-politik selama pelaksanaan Pemilu 2004. Namun, meski KPU Sleman mampu menunjukkan kemandirian dalam Pemilu 2004, kemandirian lembaga ini akan menghadapi tantangan pada masa depan, baik dari internal maupun eksternal. Tantangan internal tersebut adalah potensi konflik antara anggota KPU Sleman dengan sekretariat dan masih diragukannya kemampuan anggota dalam mengatasi intensitas intervensi yang semakin meninggi. Sedang, tantangan eksternal adalah masih adanya ketidakpercayaan pemerintah daerah terhadap kemampuan KPU Sleman, perilaku politik bupati Sleman, dan tingkat kedewasaan aktor politik dalam mentaati “aturan main” yang telah ditetapkan. Sedang, dari sisi kapabilitas di tengah keberhasilan sebagai penyelenggara pemilu 2004, penilaian kinerja KPU tidak memiliki tolak ukur pembanding, relasi kerja antara anggota dengan aparat birokrasi sekretariat yang ternyata bermasalah, dan setting masyarakat Sleman sehingga menyebabkan kerumitan Pemilu 2004 di Kabupaten Sleman relatif rendah dibanding daerah lain. Oleh karena itu, meski KPU Sleman mampu menunjukkan kapabilitasnya, namun belum mampu mengoptimalkan fungsinya.

Kata Kunci : Pemilu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.