Laporkan Masalah

Pemberdayaan Masyarakat Desa Studi Tentang Implementasi Program Pengembangan Kecamatan ( PPK ) di Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo Tahun 2006

SETIAWAN, Budi, Budi Setiawan

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Berbagai program penanggulangan kemiskinan telah dilaksanakan di Indonesia. Dalam perkembangannya, program-program tersebut lebih ditekankan pada usaha pemberdayaan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat adalah PPK yang mulai dilaksanakan pada tahun 1998. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana proses implementasi PPK serta mengidentifikasi implikasi-implikasi yang ditimbulkan dari implementasi PPK di Desa Margosari, Kecamatan Pengasih Kabupaten Kulon Progo tahun 2006. Evaluasi kegiatan PPK di Desa Margosari dilihat dari dua perspektif. Pertama, sinergi antara pemerintah dan Civil Society Organization (CSO) sebagai pengelola dan pelaksana PPK. Kedua, tingkat partisipasi masyarakat Desa Margosari terhadap PPK. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan didukung dengan data kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara dengan teknik participan obsevation dan dokumentasi. Hasilnya, proses implementasi PPK di Desa Margosari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo tahun 2006 secara umum tidak dapat berjalan dengan lancar. Dalam pelaksanaan di lapangan muncul berbagai hambatan sehingga terjadi pembengkakan biaya dan tenaga kerja serta waktu penyelesaian pekerjaan yang mundur dari waktu yang telah direncanakan. Berbagai konflik dalam masyarakat pun muncul yang mengakibatkan pertentangan dalam masyarakat. Hambatan ini muncul karena rendahnya swadaya dan partisipasi dari masyarakat. Di samping itu juga rendahnya sinergi antara pemerintah dan CSO sebagai pelaku-pelaku PPK maupun intern CSO itu sendiri dalam mengelola kegiatan PPK di Desa Margosari. Implikasi yang ditimbulkan dari implementasi PPK di Desa Margosari belum sesuai dengan yang diharapkan. Penguatan kelembagaan dalam pemerintahan lokal maupun dalam masyarakat belum nampak, kemampuan untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif juga belum muncul. Rendahnya swadaya dan partisipasi masyarakat juga menghambat upaya-upaya pelestarian kegiatan hasil PPK. Tahapan-tahapan PPK dari perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian kegiatan yang panjang dan harus dilalui sangat memberatkan masyarakat maupun pelaku-pelaku PPK dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Implementasi PPK dapat berjalan dengan baik apabila ada sinergi yang baik antara pemerintah dan CSO, swadaya dan partisipasi masyarakat yang tinggi, serta dilaksanakan secara berkelanjutan. PPK ke depan diharapkan dapat lebih baik daripada tahun 2006 untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.