Perilaku Politik Tarekat (Studi Tentang Perilaku Politik Pengamal Tarekat Naqsabandiyah di Desa Sardonoharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman DIY)
BUDIAJI, Wisnu, Wisnu Budiaji
2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Di Indonesia terdapat bermacam-macam organisasi dan kelompok sosial dengan latar belakang kepentingan masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Salah satunya adalah organisasi dan kelompok sosial yang berlatar belakang agama. Dalam kehidupan umat Islam dikenal adanya penganut paham Sufisme atau Tasawuf yang bergabung dalam kelompok-kelompok tarekat. Bagaimana sikap dan perilaku politik para pengamal Tarekat Naqsabandiyah di Desa Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan penelitian ini menggunakan metode yang sifatnya deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketika orang mempelajari ilmu Tasawuf bukan berarti mereka harus meninggalkan kehidupan sosialnya. Para pengamal Tasawuf tetap menjalankan kehidupan duniawinya dengan normal, menjadi seorang sufi bukan berarti harus meninggalkan kehidupan duniawi, tetapi kehidupan duniawi tidak boleh menghalangi keikhlasan untuk beribadah kepada Tuhan. Orang-orang yang mempelajari ilmu Tasawuf tidak bersifat apolitis, hasil dari wawancara menunjukkan bahwa para murid Tarekat Naqsabandiyah tetap menggunakan hak-hak politiknya dalam bentuk perilaku politik yang konvensional dan bukan bentuk perilaku politik yang radikal. Perilaku politik ini muncul dari tingginya sikap politik para pengamal Tarekat Naqsabandiyah, dimana mereka merasa yakin dapat mempengaruhi pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dan tahu kemana harus menyalurkan keinginan mereka kepada pemerintah, mereka juga tidak merasa terasing dari pemerintahan yang ada serta dengan tingginnya kepekaan terhadap masalah sosial yang ada di sekitarnya mereka bersedia bekerjasama dengan pemerintah untuk menyelesaikannya.
Kata Kunci : Perilaku Politik