Komunikasi Interaksional dalam Kelompok Clubbers Studi Komunikasi Kelompok Dalam Budaya Clubbing di Yogyakarta
SETIA, Lufi, Lufi Setia R
2007 | Skripsi | Ilmu KomunikasiProses interaksi dan komunikasi antar clubbers berjalan sangat cepat dan intens sehingga kelompok clubbers ini cepat berkembang dengan jumlah yang terus bertambah. Di dalam klub secara rutin mereka bertemu dan saling bertukar informasi mengenai klub-klub malam yang menarik atau acara acara yang menarik. Beberapa istilah dalam percakapan antara anggota kelompok clubbers juga sangat khas dan unik sehingga mungkin hanya orang atau anggota kelompok ini sajalah yang memahami percakapan yang sedang berlangsung.Budaya clubbing ini relatif baru dan cepat sekali berkembang dalam masyarakat kota Yogyakarta. Komunikasi kelompok dalam kelompok clubbers dapat digambarkan sebagai sebuah sistem, dimana komponen-komponennya saling mempengaruhi satu sama lain.Aubrey Fisher telah membagi sistem dalam komunikasi kelompok menjadi tiga variabel penting, yaitu variabel input, proses, dan output. (lihat bab II). Penelitian ini menggunakan pembagian variabel tersebut untuk melihat kelompok clubbers. Kemudian Robert F. Bales menemukan metode mengukur interaksi yang muncul di dalam kelompok dengan menggunakan tabel IPA (interaction proses analysis) yang akan digunakan dalam penelitian ini untuk melihat interaksi antar anggota kelompok clubbers. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Hasil analisis komunikasi di dalam kelompok clubbers mengatakan bahwa hubungan antar clubbers lebih bersifat sosio-emosional dibandingkan dengan hubungan yang bersifat tugas.
Kata Kunci : Komunikasi Interaksional