Karakter Perilaku Memilih Australia dalam Pemilu Tahun 2004
MEIDIANSARI, Tria, Tria Meidiansari
2008 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPerilaku pemilih Australia kontemporer dimulai setelah adanya transformasi pada tahun 1970-an dan 1980-an. Masyarakat yang sejak tahun 1910 erperilaku secara sosiologis dan psikologis (psikologi-sosial) dalam memilih kemudian berubah menjadi rasional pada tahun-tahun tersebut, seiring dengan adanya perubahan dalam struktur sosial masyarakat. Saat dihadapkan pada pilihan tindakan untuk memilih Partai Liberal atau memilih Partai Buruh, sebagian besar masyarakat tidak lagi mengidentifikasi partai secara fanatik berdasarkan basis sosial—seperti kelas, jenis kelamin, agama dan etnisitas—tetapi mereka berpikir logis dengan mempertimbangkan partai mana yang bisa memaksimalkan kepentingannya. Partai yang bisa memenuhi apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, itulah yang akan dipilih. Oleh karenanya, kebijakan atau program partai di Australia sebelum dan menjelang diadakannya pemilu mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku memilih masyarakat tersebut. Masyarakat Australia juga cenderung lebih mempercayai partai yang solid dan pemimpin yang kuat. Bahkan jika kondisi yang masyarakat inginkan sudah dibuktikan oleh partai yang sedang berkuasa (incumbent), mereka akan cenderung bersikap status quo. Dalam pemilu tahun 2004, rasionalitas inilah yang menjadi dasar kuat bagi masyarakat dalam memilih Partai Liberal untuk berkuasa kembali. Hal itu terlihat dari beragamnya isu yang menjadi pertimbangan. ?Terdapat tiga pendekatan utama mengenai perilaku pemilih di negara-negara demokratis, yaitu pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis, dan pendekatan pilihan rasional. Perbedaan dari ketiga pendekatan tersebut terletak pada dasar atau basis masyarakat dalam menentukan pilihan. Penulis akan menguraikan masing-masing. Dalam skripsi ini penulis berargumen bahwa masyarakat tetap memilih Partai Liberal pada Pemilu tahun 2004 karena hal yang dianggap paling penting bagi masyarakat pada saat itu adalah keuntungan ekonomi yang bisa mereka dapatkan. Tidak peduli pada kebijakan lainnya asal kepentingan ekonomi mereka terpenuhi.Akan lain halnya jika Australia yang diserang secara langsung oleh teroris. Pasti yang menjadi preferensi utama bagi masyarakat dalam keadaan seperti itu adalah program di bidang keamanan. Penulisan skripsi ini dilakukan dengan menggunakan gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Untuk memperoleh data dalam pendekatan gabungan ini penulis menggunakan metode analisa dokumen, yaitu dengan cara menelusuri,mengumpulkan, dan membahas data-data—baik yang bersifat deskriptif maupun data yang bersifat kuantitatif atau angka-angka statistik—yang berasal dari berbagai literatur seperti buku-buku, artikel, jurnal, website, surat kabar, dan majalah.
Kata Kunci : Perilaku Memilih; Pemilu - Australia