FARC The Anatomy of Insurgency
CITRASENI, Ida Ayu Komang, Ida Ayu Komang Yetri Citraseni
2008 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalGerakan pemberontak yang terjadi di Kolombia terjadi karena rakyat mengalami relative deprivation oleh pemerintah yang berkuasa. Hal tersebut muncul karena adanya ketidaksesuaian antara apa yang mereka percaya berhak untuk memiliki (value expextations) dengan apa yang sesungguhnya mereka miliki (value capabilities). Instabilitas politik sebagai akibat dari konflik berkepanjangan antara dua partai besar yang berkuasa berimbas pada kurangnya otoritas pemerintah pusat di luar kota-kota utama. Ketimpangan ekonomi yang sangat tinggi antara kelas atas dan kelas bawah berimbas pada kondisi sosial masyarakat miskin yang sangat memprihatinkan. Kondisi ini memunculkan adanya perasaan kehilangan atas hak-hak yang seharusnya mereka miliki atau mampu mereka miliki namun tidak dapat mereka miliki lagi. Pemerintah yang semula berusaha untuk memenuhi berbagai tuntutan yang diinginkan rakyat banyak karena terbentur oleh kondisi politik dan ekonomi yang terus memburuk tidak lagi dapat memenuhi tuntutan-tuntutan tersebut. Hal ini kemudian berdampak pada semakin tingginya ketimpangan antara banyaknya tuntutan dengan upaya pemenuhan tuntutan tersebut. Rakyat semakin frustasi dan terdorong untuk melakukan perlawanan terhadap sumber rasa frustrasi, yaitu pemerintah pusat. Semakin luas dan tinggi intensitas RD yang dirasakan oleh rakyat maka semakin besar keinginan untuk melakukan tindakan agresi untuk melawan sumber rasa frustasi sehingga kemudian muncullah FARC di Kolombia. FARC menuntut adanya perubahan sistem politik yang telah ada dimana rezim liberal-konservatif tidak memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengungkapkan ide-ide politiknya tentang perubahan. Karena pemerintah yang saat ini berkuasa tidak memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk mengeluarkan pendapat, bahkan setiap orang yang menentang sistem yang ada akan dibunuh. Hal inilah yang kemudian menjadi alasan bagi FARC bahwa untuk memperoleh kekuasaan tidak dapat dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang legal. FARC muncul sebagai bentuk perlawanan terhadap stratifikasi masyarakat91 yang terjadi sejak masa kolonial, FARC juga muncul sebagai dampak dari adanya krisis ekonomi dengan tingginya tingkat pengangguran, kurangnya sistem keamanan sosial, pendidikan, dan kesehatan serta kurangnya akses terhadap listrik dan air bersih yang telah menyebabkan warga miskin keturunan ras campuran semakin menderita. Politisasi kekecewaan yang dilakukan oleh FARC terbagi menjadi 2 cara, yaitu melalui politik propaganda dan penawaran insentif yang menguntungkan. Politik propaganda yang dilakukan oleh kelompok militan ini dilakukan dengan melalui berbagai cara dan media, seperti misalnya melalui situs website, poster, selebaran,siaran radio bawah tanah, graffiti, ancaman, dan juga melalui aksi-aksi pembunuhan, penculikan, serta pembantaian massal. Selain propaganda,penawaran insentif oleh kelompok pemberontak ini juga merupakan salah satu faktor yang mendorong warga sipil untuk bergabung ataupun mendukung gerakan perlawanan. Bentuk-bentuk insentif tersebut diantaranya adalah : insentif ekonomi, fasilitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan juga fasilitas keamanan. Insentif-insentif tersebut, janji akan adanya suatu kehidupan yang lebih baik, fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh FARC yang selama ini tidak sanggup diberikan oleh pemerintah memberikan andil yang cukup besar bagi munculnya keinginan untuk menjadi anggota kelompok pemberontak FARC.
Kata Kunci : Politisasi - Kolombia