Laporkan Masalah

Kemandirian Masyarakat Korban Bencana Studi Kasus Rekonstruksi dan Rehabilitasi Rumah di Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kotamadya Yogyakarta,Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

PRANUNGSARI, Debby, Debby Pranungsari

2008 | Skripsi | Sosiologi

Gempa bumi 27 Mei 2006 lalu merupakan pengalaman pedih yang memilukan bagi sebagian besar masyarakat Yogyakarta. Begitu pula yang dialami sebagian masyarakat Kelurahan Baciro yang mau tidak mau harus pasrah kehilangan tempat tinggalnya. Beberapa bahkan juga harus rela kehilangan pekerjaannya karena tempat usahanya ikut rusak oleh gempa. Namun, kehadiran modal sosial sebagai potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat berperan besar upaya untuk keluar dari krisis pasca bencana. Sedikit banyak masyarakat Kelurahan Baciro tergolong lebih beruntung dibandingkan masyarakat korban gempa lainnya. Selain letaknya yang strategis sehingga memudahkan akses terhadap berbagai fasilitas, tingkat pendidikan yang cukup tinggi menjadikan warga Baciro mampu mengelola segala potensi dan sumber daya dengan lebih efektif dan efisien. Begitu pula dengan hadirnya bantuan dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi rumah senilai Rp 15.000.000,- dari pemerintah telah mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi korban gempa. Meskipun demikian, dengan memanfaatkan segala potensi setiap individu dan masyarakat, sesungguhnya masyarakat korban gempa mampu secara mandiri bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup pasca bencana. Melalui solidaritas bersama, gotong-royong, memupuk kepercayaan antar sesama, dan mamajemen konflik; korban gempa cepat maupun lambat mulai menata kembali kehidupan normalnya. Bukan hanya itu, para wiraswasta korban gempa juga mencoba meraih kemapanan tanpa takut mengambil resiko dengan mengoptimalkan sumber daya dan peluang yang ada. Namun, dari semua bentuk kemandirian yang ada di masyarakat tersebut, pemulihan kondisi sosial ekonomi pasca bencana bukan berarti mudah dilakukan. Ketidakberdayaan terhadap barbagai hal menjadikan sikap ketergantungan tidak dapat lepas dari setiap sisi kehidupan. Saling bergantung merupakan hal yang manusiawi dan wajar dilakukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, bersandar pada pemerintah merupakan jalan terakhir bagi penuntasan masalah sosial yang dihadapi. Terbukti, penggunaan dana bantuan Rehabilitasi dan Rekonstruksi rumah dari pemerintah mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat korban gempa. Dengan demikian, bantuan bukanlah semata-mata menjadi penyebab ketergantungan, karena dengan bantuan tersebut masing-masing korban gempa memperoleh akses dan fasilitas yang sama dalam melakukan upaya recovery. Sikap ketergantungan yang hanya semata menunggu bantuan tanpa mengoptimalkan kemandirian memang merupakan hal negatif. Namun, memanfaatkan bantuan sebagai sarana dalam proses kemandirian recovery merupakan energi positif yang memperkuat kemandirian itu sendiri. Wujud tanggung jawab pemerintah semacam ini jelas diperlukan mengingat keterbatasan peran dan fungsi modal sosial yang ada dalam masyarakat. Ketika dengan segala pemanfaatan potensi dan sumber daya tidak mampu mengatasi masalah sosial, disitulah semestinya pemerintah menjalankan peran dan fungsinya sebagai pengayom dan pelindung warganya.

Kata Kunci : Rekonstruksi Gempa; Kemandirian Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.