Dinamika Bertahan Hidup Tukang Ojek di Stasiun Kereta Api Lempuyangan Kota Yogyakarta
PRASETYO, Wahyu Imam, Wahyu Imam Prasetyo
2007 | Skripsi | SosiologiPersaingan antar mode transportasi darat sampai saat ini semakin ketat. Ketatnya persaingan angkutan ini semakin mendapat ancaman dari kepemilikan kendaraan pribadi dan sarana komunikasi yang memadai. Dengan mudah, orang dapat berkomunikasi dengan keluarganya dan meminta untuk dijemput di suatu tempat. Demikian pula yang terjadi di Stasiun Kereta Api Lempuyangan Yogyakarta. Pada saat sekelompok orang sebagai tukang ojek mencoba berusaha mengais rejeki, banyak hambatan yang menghalanginya sehingga mereka melakukan adaptasi dengan menjalankan strategi untuk bertahan di tengah hambatan dan persaingan. Perumusan penelitian adalah bagaimana strategi bertahan hidup sebagai tukang ojek di Stasiun Kereta Api Lempuyangan Yogyakarta. Informan ditentukan dengan teknik snowball sampling. Satuan kajian penelitian adalah tukang ojek yang berada di Lingkungan Stasiun KA Lempuyangan Yogyakarta. Metode penelitian kualitatif dengan penjelasan secara deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumen dan wawancara. Agar wawancara dapat berjalan baik, maka dibuat pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para tukang ojek mempunyai pembagian pekerjaan yang tidak jelas, artinya apa saja yang dapat dia lakukan untuk dapat bertahan hidup. Para tukang ojek ini dapat ada yang fokus untuk bekerja mengojek sepanjang waktu, mengojek musiman, maupun mengojek sebagai pekerjaan sampingan ataupun pekerjaan kedua. Kesimpulan strategi bertahan para tukang ojek adalah; 1) Bagi tukang ojek murni, strategi yang diterapkan adalah dengan bekerja lebih keras setiap hari dengan jam kerja mengojek hampir sepanjang hari, ada anggota keluarga lain (seperti istri ataupun anak) yang membantu bekerja baik bekerja kepada orang lain sebagai paramedis maupun karyawan, dengan membuat usaha dalam bentuk dan bidang lain dengan istri atau keluarga seperti warung. 2) Tukang ojek yang mempunyai pekerjaan tidak tetap, menempatkan pekerjaan sebagai tukang ojek sebagai pekerjaan kedua setelah pekerjaan yang tidak tetap dijalankannya. Alasan untuk menggeluti pekerjaan sebagai tukang ojek adalah karena tidak tentunya pekerjaan yang lain. Strategi yang dijalankan oleh tukang ojek dengan pekerjaan tidak tetap adalah dengan menjalankan pekerjaan sebagai tukang ojek hanya pada saat tidak tidak ada pekerjaan buruh bangunan ataupun tidak tidak sedang masa tanam/panen. Mereka menghemat pengeluaran untuk tempat tinggal dengan cara tidur di tempat pos mangkal tukang ojek Stasiun Lempuyangan. 3) Strategi bertahan hidup tukang ojek yang merupakan karyawan tetap adalah dengan tetap bekerja dengan pekerjaan rutinnya sambil terus berusaha mengatur waktu dan tenaga untuk bekerja sebagai tukang ojek. Dalam hari-hari normal memang tidak sepanjang minggu menjalankan pekerjaan sebagai tukang ojek. Jam kerja untuk mengojek juga disesuaikan dengan kesibukan dan kondisi badannya. Jika sudah terlalu lelah bertugas di kantor memilih istirahat terlebih dulu dan berangkat mengojek jika sudah fit.
Kata Kunci : Bertahan Hidup