Laporkan Masalah

Altruisme Semu di Balik Praktek Kekerasan (Studi Kasus Pelaksanaan Inisiasi Sekolah di SMA Negeri 4 Yogyakarta)

ALAM, Meredian, Meredian Alam

2008 | Skripsi | Sosiologi

SMAN 4 Yogyakarta setiap tahun menggelar kegiatan penyambutan siswa baru melalui kegiatan inisiasi. Ini merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh setiap angkatan sejak tahun 1967. Walaupun sarat dengan praktek-praktek kekerasan, sekolah secara konsisten tetap menggelar kegiatan ini karena dianggap sarana efektif dalam pembentukan sikap-sikap altruistik peserta didik, seperti sikap saling menolong,kerjasama, terbuka satu sama lain, perhatian kepada lingkungan sekitar, dan menghormati guru, dan antar sesama siswa. Selain itu, kegiatan ini diorganisir sepenuhnya di bawah otoritas kelompok peleton inti dan melibatkan pihak sekolah (guru, bimbingan konseling, dan kepala sekolah) sebagai pengawas. Walaupun demikian, keberadaan mereka saat kegiatan berlangsung tidak mampu mengeliminir intensitas kekerasan yang diterapkan. Dari uraian masalah ini timbul pertanyaan yang dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana praktek kekerasan dalam kegiatan inisiasi ini bisa melahirkan altruisme semu? Dan, bagaimana praktek kekerasan tersebut bisa melahirkan kekerasan baru di sekolah? Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji dan mendalami berbagai macam praktek kekerasan yang diterapkan selama inisiasi sekolah dan menelusuri lebih jauh keterlibatan pihak sekolah dalam kegiatan ini. Sifat dari penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang secara spesifik membatasi pada upaya ilmiah untuk mendeskripsikan praktek-praktek kekerasan di SMAN 4 Yogyakarta dalam kegiatan inisiasi yang dipercaya oleh pihak sekolah dapat menumbuhkan nilai-nilai altruisme. Alasan kedua peneliti menggunakan pendekatan ini adalah karena konsistensi peran pihak sekolah dan kelompok peleton inti dalam reproduksi kekerasan di sekolah ini tidak dijalankan oleh sekolah lainnya di Kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan sesuai dengan konsep triangulasi sebagai basis dari pendekatan studi kasus, yang meliputi: observasi, guided and indepth interview, dokumentasi, studi kepustakaan, dan focus group discussion. Dengan teknik Purposive sampling (sample bertujuan) peneliti memilih informan yang pernah terlibat langsung dalam kegiatan inisiasi dari tahun 2001 sampai 2007, seperti alumni, siswa, guru, kepala sekolah, dan staf bimbingan konseling. Pengkajian terhadap praktek-praktek kekerasan dilakukan dengan teori-teori kekerasan Johan Galtung dan Erich Fromm. Pola-pola kekerasan dalam kegiatan inisiasi secara tak langsung mereduksi otonomi dan kesadaran kritis siswa baru sebagai individu. Untuk itu peneliti menggunakan konsep Johan Galtung tentang struktur kekerasan sebagai pisau analisis. Sedangkan proses reproduksi kekerasan baru yang dipengaruhi oleh karakter sosial dalam struktur dan keterlibatan para aktor ditelaah dengan pendekatan identifikasi akar-akar kekerasan sesuai konsep Fromm tentang masyarakat nekrofilia. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa realitas hegemonik dari praktek-praktek kekerasan menstimulir munculnya sikap-sikap altruistik, yaitu saling membela ketika salah satu teman dihukum di hadapan panitia, berbagi resources saat menyelesaikan tugas, saling menutupi kesalahan tatkala akan mendapat hukuman,menerapkan disiplin dalam kelompok, dan berkomitmen bersama untuk menaati aturan yang disepakati agar hukuman fisik dan non-fisik tidak diterapkan panitia. Stimulan terhadap sikap-sikap ini terletak pada penerapan kekerasan yang termanifestasi dalam hukuman fisik dan non fisik, tugas-tugas harian di luar batas kapasitas kemampuan peserta didik yang justru mengalienasi konsentrasi mereka selama kegiatan belajar mengajar (KBM), bentakan, dan indoktrinasi. Dari analisis terhadap kasus ini dapat disimpulkan bahwa altruisme di kalangan peserta inisiasi ini hanya berlangsung sesaat karena kesadaran kritis dan otonomi mereka tercerabut akibat praktek kekerasan. Sehingga, pemaknaan mereka terhadap nilai-nilai ini menjadi tereduksi. Maka, dapat dikatakan bahwa altruisme yang terbentuk pun bersifat semu.

Kata Kunci : Kekerasan; Inisiasi Sekolah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.