Strategi Survival Pekerja Pembuat Wayang Kulit Borongan ( Studi Tentang Pekerja Informal Wayang Kulit dan Strategi Survivalnya di Pucung dan Gendeng, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
PRIHANTOKO, Antonius Henry, Antonius Henry Prihantoko
2007 | Skripsi | SosiologiLatar belakang penelitian ini adalah terdapatnya permasalahan yaitu mengapa pekerja-pekerja informal yang bekerja sebagai pekerja wayang kulit borongan, ternyata mampu untuk tetap eksis dan mampu memenuhi kebutuhan hidup dari pekerjaannya tersebut. Kemunculan pekerja informal dibidang wayang kulit baik yang freelance maupun non freelance ini disebabkan dengan makin sulitnya persaingan untuk masuk kedalam lapangan kerja informal. Lapangan pekerjaan formal yang tersedia lebih banyak membutuhkan tenaga kerja yang berkeahlian serta berlatar belakang pendidikan formal yang memadai. Keadaan perekonomian keluarga serta kondisi kultural masyarakat juga turut memicu terjadinya keterbatasan sumber-sumber usaha yang dibutuhkan para pencari kerja. Apalagi kemudian ditambah dengan keadaan negara Indonesia yang sedang mengalami krisis multi dimensi dewasa ini. Yang membedakan pekerja wayang kulit freelance dan non freeelane yaitu motifasi untuk menciptakan pekerjaan sendiri tanpa bergantung pada perusahaan. Berdasarkan keterangan tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Apa faktor penyebab munculnya pekerja informal dibidang industri wayang kulit. 2. Bagaimana strategi pekerja industri wayang kulit ini dalam mempertahankan eksistensi pekerjaannya (strategi in action). Bersumber dari latar belakang tadi, peneliti mengadakan penelitian untuk mengangkat tema pekerja informal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan model paradigma naturalistik. Metode penelitian ini digunakan karena mampu menyesuaikan dengan realitas ganda, menyajikan secara langsung hakekat hubungan peneliti dengan responden serta lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola yang dihadapi. Temuan empirik dilapangan menginformasikan bahwa terdapat strategi yang ditempuh untuk mengatasi berbagai tantangan baik teknis maupun non teknis. Strategi yang diterapkan meliputi strategi dalam proses produksi (strategi in action) serta strategi dalam rangka menjaga eksistensi pekerjaan. Strategi in action menyangkut rekruitment, hubungan kerja baik dengan pemilik, makelar, maupun dengan kelompok kerja. Strategi dalam mempertahankan eksistensi pekerjaan adalah dengan pemberian servis atau pelayanan yang menuju pada suatu promosi diri pada suatu masyarakat. Dengan terwujudnya strategi-strategi ini ada pengharapan dari pekerja wayang kulit untuk mengembangkan diri dan mencari inovasi lain yang berguna dimasa datang, sebagai pembuktian bahwa menjadi pekerja informal pun dapat hidup layak dan pekerjaan wayang kulit dapat digunakan sebagai sandaran hidup.
Kata Kunci : Strategi Survival; Pekerja