Manajemen Pelayanan UPTD Pasar terhadap Pasar-pasar Tradisional di Kota Banjar
SUPRIHANTO, Bagus, Bagus Suprihanto
2008 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Berdasarkan permasalahan yang ditemukan yaitu perkembangan pasar modern yang cenderung ekspansif sampai ke pelosok kota, perlu diperhitungkan dan diantisipasi secara cermat perkembangannya, dampak dan berbagai implikasinya terhadap keberlangsungan pasar tradisional. Sistem manajemen pasar modern yang baik, dilihat dari segi pemasaran maupun pelayanan dalam menarik konsumen, dipandang penting untuk melakukan pengkajian mengenai manajemen pasar tradisional, sebagai wujud keberpihakkan terhadap ekonomi kerakyatan. Untuk itu penelitian ini memusatkan perhatian pada bagaimana proses manajemen UPTD Pasar Kota Banjar dalam melakukan pelayanan di Pasar Tradisional Banjar. Secara khusus dipilih lokasi Kota Banjar karena kota ini merupakan salah satu pusat perdagangan di Priangan Timur Jawa Barat, dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar berasal dari sektor perdagangan. Selain itu dipilihnya instansi UPTD Pasar karena UPTD Pasar merupakan satu-satunya instansi pemerintah yang mengelola pasar tradisional Banjar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis studi kasus. Dengan responden terdiri dari pimpinan dan pegawai UPTD Pasar serta para pedagang sebagai customer dari UPTD Pasar yang menikmati/menggunakan fasilitas pasar. Penelitian berhasil menemukan fakta bahwa penyelenggaraan proses manajemen UPTD Pasar Dinas Pendapatan Daerah Kota Banjar dapat dikatakan cukup baik. Dengan perencanaan yang cukup matang mulai dari kebijakan, prosedur, anggaran dan program, UPTD Pasar mampu menaikkan pencapaian target retribusi pasar setiap tahunnya. Dari indikator pengorganisasian, UPTD pasar telah menerapkan struktur organisasi yang ramping dengan pembagian kerja yang baik tanpa menggunakan sumber daya manusia yang banyak serta dukungan Pemkot Banjar di tahun-tahun awal berdirinya untuk senantiasa menjalin koordinasi yang baik secara ekstern (lintas sektor) maupun intern (antar pegawai UPTD Pasar). Dalam indikator pelaksanaan juga terlihat pemahaman visi dan misi pegawai, suasana kerja, pengakuan dan penghargaan, sarana dan prasarana, hubungan kerja telah dilaksanakan dengan cukup baik oleh pimpinan dan pegawai UPTD Pasar. Begitu pula indikator pengawasan sudah cukup berhasil dalam membina pegawai UPTD Pasar guna menciptakan kinerja yang baik dan bertanggung jawab. Pengelolaan Pasar Tradisional Banjar di Kota Banjar selayaknya harus menyentuh terhadap outcome yang dihasilkan, karena begitu kompleksnya permasalahan mengenai pasar tradisional ini. Dalam penelitian ini terungkap bahwa UPTD Pasar hanya menyentuh 2 (dua) faktor permasalahan yang dihadapi pasar tradisional, yaitu retribusi dan keamanan pasar. Sedangkan mengenai permodalan, gangguan lalu lintas, keadaan lahan, transportasi, pengaturan jarak dengan pasar modern, kondisi fisik dan fasilitas pasar tidak diperhatikan dan dikaji secara khusus oleh UPTD Pasar sebagai instansi pemerintah yang mengelola pasar tradisional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses manajemen UPTD Pasar dilihat dari indikator planning, organizing, actuating, controlling sudah cukup baik, namun dalam melakukan pelayanan terhadap permasalahan pasar tradisional di Pasar Banjar belum maksimal. Untuk itu dapat disarankan perlu adanya perbaikan pada bagian-bagian proses manajemen yang masih lemah, salah satunya adalah dengan adanya kewenangan khusus bagi UPTD Pasar untuk mengelola Pasar Banjar. Kewenangan khusus ini dapat berupa produk kebijakan yang dituangkan dalam penambahan tupoksi maupun dibentuk dinas khusus pengelola pasar untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan pasar tradisional agar Pasar Banjar tetap eksis di dalam gencarnya persaingan antar pasar modern.
Kata Kunci : Manajemen; Pasar Tradisional