Implementasi Penaggulangan Gizi Buruk pada Balita di Kabupaten Lombok Timur
ADYANI, Widi, Widi Adyani
2008 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kasus gizi buruk pada balita yang terjadi di Indonesia sejak tahun 2005 menjadi hal yang cukup membuat gencar masyarakat dan pemerintah atas fenomena yang dihadapi. Kemunculan kasus gizi buruk yang tersebar pada seluruh wilayah yang ada di Indonesia justru banyak dijumpai pada balita. Upaya Pemerintah untuk pengentasan kasus dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Gizi Buruk (RAN) 2005-2009.Sasaran yang hendak dicapai yaitu penurunan preprevalensi gizi kurang menjadi setinggi-tingginya 20% dan termasuk penurunan gizi buruk menjadi 5% pada tahun 2009. Meskipun pada dasarnya program penanggulangan gizi buruk pada balita ini merupakan program rutin yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lombok Timur dan diimplementasikan oleh Puskesmas yang tersebar di Lombok Timur, namun sampai sejauh ini masih ditemukan penderita gizi buruk khususnya pada balita. Dari kondisi ini muncul pertanyaan bagaimana implementasi program penanggulangan gizi buruk pada balita yang selama ini dilakukan, serta faktor-faktor apa saja yang menjadi mempengaruhi implementasi program tersebut. Lokasi yang dipilih sebagai objek penelitian adalah Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi program secara sistematis, faktual, akurat, dan mendeskripsikan faktor yang diduga mempengaruhi implementasi program tersebut. Di samping itu penelitian ini mencoba menggunakan model pendekatan studi kasus, untuk mengadakan penyelidikan lebih mendalam mengenai unit sosial sehingga menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik dan lengkap, dengan maksud agar memberikan gambaran secara mendetail tentang latar belakang karakter-karakter yang khas dari kasus atau peristiwa yang terjadi ataupun status dari individu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa proses implementasi program penanggulangan gizi buruk pada balita di Daerah Lombok Timur sudah berjalan,meskipun ada beberapa indikator yang perlu dibenahi dan dioptimalkan. Pelaksanaan Audit,dilakukan melalui posyandu sudah berjalan, karena tingkat partisipasi masyarakat dalam posyandu sudah mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Bantuan makanan tambahan diberikan kepada seluruh balita yang dideteksi menderita gizi buruk dan balita yang BGM,meskipun dalam pendistribusian ditemukan kendala-kendala yang bersifat teknis, kemunculan kasus baru selalu ada sehingga kemungkinan berkurangnya jatah yang sudah tetapkan sebelumnya. Bimbingan teknis untuk penaggulangan gizi buruk pada balita sudah cukup baik, meskipun dilakukan menggunakan skala prioritas pada puskesmas yang paling tinggi temuan kasus gizi buruknya. Dalam pemanfaatan jaringan dan media yang ada untuk menunjang advokasi belum dilakukan secara optimal. Hasil penelitian ini juga menunjukkan koordinasi antar organisasi sudah berjalan, penyediaan sumber daya terutama terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana untuk menunjang program belum tersedia secara lengkap dan merata, terutama terkait dengan pemenuhan fasilitas pendukung berupa transportasi, pamplet, dan KMS yang harus dimiliki oleh petugas, serta pengawasan yang dilakukan belum merata dan opotimal. Sasaran dampak yang ingin dicapai dalam menjalankan program penanggulangan gizi buruk pada balita yakni penurunan penderita gizi buruk mencapai 5% sudah mencapai target. Akar permasalahan munculnya kasus gizi buruk pada balita di daerah lombok timur berkaitan dengan faktor costum, yakni kebiasaan dan cara pandang terhadap konsep kawin cerai yang dianggap suatu hal yang wajar pada lingkungan masyarakat. Untuk itu pemerintah perlu malakukan intervensi kebijakan yang lebih menekankan pada sosialisasi dan pembinaan dengan pendekatan budaya, melakukan advokasi dan penggerakan semua lini yang terlibat dalam pengentasan kasus gizi buruk pada balita. Keseriusan pemerintah juga dapat dilihat melalui alokasi anggaran yang disediakan terkait dengan pengentasan kasus gizi buruk pada balita yang selama ini terjadi di Daerah Lombok Timur.
Kata Kunci : Kesehatan; Gizi Buruk