Strategi Peningkatan Produksi Gula: Studi Kasus Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
ZULIATI, Anik, Anik Zuliati; Pembimbing: Bevaola Kusumasari, Samodra Wibawa, Subandono Agus Margono
2006 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Peningkatan produksi gula merupakan permasalahan nasional karena keberadaan 47 buah pabrik gula yang terdapat di Pulau Jawa dan 7 buah pabrik gula yang terdapat di luar Jawa 34,3% selama ini terbukti tidak bisa mencukupi kebutuhan gula nasional. Kekurangan produksi gula dan peningkatan produksi gula sebagai solusinya juga terjadi di Propinsi DIY. Kompleksitas permasalahan politik, ekonomi dan sosial yang menghambat peningkatan produksi gula lokal perlu dianalisa dan direncanakan dengan baik oleh Dishutbun Propinsi DIY sebagai pengemban dekonsentrasi bidang perkebunan. Propinsi DIY sebagai salah satu propinsi di Pulau Jawa memiliki potensi peningkatan produksi gula dengan adanya satu pabrik gula yaitu PG Madukismo. Industri gula di Pulau Jawa memiliki karakteristik agribisnis dan industri yaitu selain sebagai industri juga menjadi penyangga perekonomian masyarakat sekitar. Isu strategis yang muncul adalah: 1. isu pengotimalan kinerja pegawai dalam memantau dan mengontyrol pemanfaatan dana untuk mengatasi permasalahan modal dan kesejahteraan petani, 2. isu pengoptimalan peran (PT dan APTR) sebagai pihak yang dianggap netral untuk memberikan pendampingan dan kampanye untuk mengatasi tidak adanya regenerasi kader usahatani tebu dan 3. isu pembinaan teknik budidaya petani untuk mengatasi kualitas teknik budidaya petani yang rendah. Isu-isu cukup strategis yang muncul adalah 1. isu pemberian kemudahan prosedur peminjaman modal untuk mengatasi modal yang kecil dan animo mengikuti usahatani tebu yang rendah dan 2. isu pengoptimalan kinerja pegawai Dishutbun dan mitra (PT dan APTR) dalam menyusun, memantau dan mengontrol kemajuan program akselerasi. Strategi untuk mengatasi berbagai isu di atas dikelompokkan dalam tiga tema besar yaitu 1)pemanfaatan program dan dana akselerasi melalui pengadaan kerjasama dengan mitra PT dan APTR dalam proses perencanaan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program akselerasi, pelatihan teknik budidaya secara intensif dan pengadaan pilot project pada zone timur dan zone barat serta penerapan kemudahan penyaluran pinjaman tanpa bunga 2)peningkatan kualitas teknik budidaya dengan pelatihan dan pendampingan pada kelompok tani secara intensif 3)peningkatan pendapatan dan ke-sejahteraan petani. xiii
Kata Kunci : Industri Gula