Laporkan Masalah

Keberhasilan LSM lintas Interfaith dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Petani di Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul DIY

DARMAWIJAYA, Ignatius Indra Gema, Ignatius Indra Gema Darmawijaya

2007 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang paling rendah dibandingkan dengan Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo ataupun kota Yogyakarta. Padahal banyak penduduk Gunungkidul yang menggantungkan diri untuk memperoleh pendapatan dari hasil mengolah lahannya. Kondisi yang demikian menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan penduduk setempat. Pembangunan desa terutama di bidang pertanian juga sering berjalan lambat dan tersendat karena desa kekurangan tenaga terampil dalam usia produktif. Kaum muda di Gunungkidul lebih banyak yang memilih untuk melakukan urbanisasi daripada tetap tinggal di desanya. Mereka beranggapan bahwa tinggal di desa tidak akan membawa perubahan yang lebih baik untuk masa depan mereka. Mewarisi profesi sebagai petani hanya akan menyebabkan mereka terus menerus terjebak dalam kemiskinan. Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus menerus dan tidak ada pihak yang mensupport, maka akan semakin merugikan masyarakat petani setempat, oleh karena itu peran-peran pemberdayaan petani menjadi sangat diperlukan disana. LSM Lintas Interfaith adalah salah satu LSM yang peduli dengan nasib petani di Gunungkidul. Dengan lokasi program di Kecamatan Pathuk, LSM Lintas Interfaith telah memfasilitasi terbentuknya kelompok tani Masyarakat Peduli Pertanian (MPP), yang merupakan gabungan dari kelompok tani desa yang ada di Kecamatan Pathuk. Tujuan Lintas Interfaith memfasilitasi terbentuknya kelompok MPP adalah untuk memperkuat posisi petani melalui kekuatan bersama. Dalam mendampingi kelompok MPP, LSM Lintas Interfaith menempatkan peranannya sebagai fasilitator dan katalisator serta pendidik dan pelatih kelompok. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan dan keberhasilan program pemberdayaan petani di Kecamatan Pathuk yang dilakukan oleh Lintas Interfaith. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu organisasi dan komunitas. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan juga dengan memanfaatkan data sekunder. Data yang diperoleh dilapangan dibahas secara kualitatif. Pendampingan yang dilakukan LSM Lintas Interfaith, telah mampu menunjukkan kemajuan yang dialami oleh kelompok MPP. Petani yang semula tergantung oleh asupan kimia terutama pupuk dan pestisida menjadi mandiri karena telah menggantikannya dengan bahan-bahan alami yang ada di sekitar mereka. Keanekaragaman hayati yang menjadi sumber kedaulatan petani perlahan-lahan mulai dikuasai petani dengan cara menanam dan membudidayakan bibit-bibit lokal. Masyarakat juga bisa merasakan hasil yang baik setelah melaksanakan pertanian organik yang lestari. Selain kelestarian lingkungan bisa dijaga, dari segi ekonomis penghasilan mereka juga bertambah karena tidak perlu membeli sarana produksi pertanian dari pengusaha. Dari segi sosial, petani menjadi lebih menghargai nilai-nilai cara bercocok tanam tradisional yang telah mereka miliki secara turun temurun. Dari segi politik, peran petani semakin baik karena bisa menghilangkan ketergantungan mereka terhadap setiap aturan yang dibuat pemerintah dan menentukan sikapnya dengan menolak kebijakan yang dianggap merugikan posisi petani.

Kata Kunci : Pemberdayaan Petani; LSM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.