Pertimbangan Keluarga dalam Mengakses Pendidikan Tinggi ( studi tentang berbagai pertimbangan yang mempengaruhi keputusan keluarga untuk mengakses pendidikan tinggi di Playen dan Ngeposari Gunungkidul
HIDAYAT, Insan, Insan Hidayat
2007 | Skripsi | SosiologiSaat ini terjadi keresahan masyarakat karena kesenjangan antara kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi dengan kemampuan masyarakat berkaitan dengan kondisi sosial ekonominya khususnya di pedesaan. Itu adalah hambatan dalam upaya peningkatan sumber daya manusia. Maka dibutuhkan suatu mekanisme untuk mengatasi permasalahan akses pendidikan tersebut melalui penerapan suatu pola komunikasi keluarga yang sesuai. Selama ini komunikasi keluarga kurang mendapat perhatian serius dalam upaya memecahkan permasalahan keluarga sebagai indikator perkembangan demokrasi dalam keluarga. Penelitian yang berlokasi di desa Playen dan Ngeposari Kabupaten Gunungkidul ini membuat pemetaan kondisi masyarakat dalam menghadapi permasalahan peningkatan sumber daya manusia terutama akses pendidikan keluarga ke perguruan tinggi. Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja pertimbangan terhadap komunikasi keluarga untuk mengakses pendidikan ke perguruan tinggi dan bagaimana komunikasi itu diterapkan oleh keluarga di desa Playen dan Ngeposari Kabupaten Gunungkidul. Metode kualitatif berupaya memberikan gambaran beragam jenis komunikasi dalam hubungan antar anggota keluarga untuk mengakses pendidikan tinggi bagi anakanaknya. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskritif analitis yang memberikan gambaran dengan jelas secara analitis tentang berbagai pola komunikasi keluarga untuk mengakses pendidikan tinggi serta berbagai pertimbangan di dalamnya khususnya di wilayah desa Playen dan Ngeposari kabupaten Gunungkidul dengan seting sosial yang khas pedesaan. Di mana grand theory yang mendasari tema penelitian ini adalah interaksionisme simbolik sebagai upaya pemaknaan terhadap berbagai aspek dan realita sosial sekitarnya sehingga memunculkan sebuah tindakan pengambilan keputusan tentang akses pendidikan tinggi. Komunikasi antar anggota keluarga untuk mengakses pendidikan merupakan bentuk demokrasi dalam masyarakat. Dalam berbagai situasi dan kondisi institusi keluarga mampu menerapkan suatu strategi untuk menyikapi tuntutan perkembangan zaman yakni simbol status sosial melalui penghargaan terhadap prestasi yang mereka raih. Atau dalam kata lain masyarakat mengalami perubahan kultur dengan mengapresiasi status sosial ekonomi seseorang yang diraih melalui pendidikan yang setinggi–tingginya. Penyikapan tersebut bisa dilihat dari pola komunikasi keluarga sebagai dari sebuah strategi untuk memecahkan permasalahan dalam sebuah keluarga. Beberapa jenis pola komunikasi tersebut yakni searah ( otoriter ), dua arah ( dialogis ) dan bebas serba boleh ( permisif ) ternyata membawa dampaknya masing–masing dalam memecahkan persoalan akses pendidikan tinggi tersebut. Keadaan di lapangan memperlihatkan mekanisme pola komunikasi yang digunakan yakni otoriter cenderung mengabaikan pertimbangan berbagai aspek dalam komunikasi, sedangkan pola dialogis lebih banyak mempertimbangkan aspek yang berpengaruh dalam pola komunikasi yang diterapkan dan pola permisif memilih bebas untuk mempertimbangkan atau tidak setiap aspek yang berpengaruh dalam komunikasi keluarga. Kenyataannya kebanyakan keluarga di Gunungkidul menggunakan pola permisif sehingga belum mengetahui pentingnya pola komunikasi yang diterapkan membawa dampak pada kehidupan keluarganya. Maka dinamika proses itu bermanfaat sebagai pembelajaran dalam mengatasi permasalahan.
Kata Kunci : Pendidikan Tinggi; Persepsi Keluarga