Laporkan Masalah

Perilaku Seks Pra Nikah Mahasiswa di Yogyakarta

ARDHANA, Adnan, Adnan Ardhana

2007 | Skripsi | Sosiologi

Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. PAda masa remaja hal yang cukup menonjol adalah berkembangya organ seksual. PErkembangan ini bukan saja berpengaruh pada penyempurnaan tubuh melainkan juga pada kehidupan psikis, moral, dan social. Pada kehidupan psikis remaja, perkembangan organ seksual mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan jenis kelamin. Ketertarikan antar lawan jenis kelamin ini kemudian berkembang ke hubungan yang lebih serius serta memilih pasangan kencan yang akan ditetapkan sebagai teman hidup. Mahasiswa adalah bagian dari remaja. Sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, permasalahn tentang remaja terutama dalam kehidupan seks akan berjalan seiring perkembagan kepribadiannya. Permasalahan seks dalam bentuk perilaku seks remaja saat ini sedang menjadi perbincangan hangat dimasyarakat. BAnyak sekali pemberitaan mengaenai perilaku seks remaja yang muncul di media massa baik cetak mau pun elektronik. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pada pola kehidupan remaja masa kini. Remaja sekarang lebih terbuka pergaulannya dan cenderung bebas sehingga akhirnya terjebak dalam perilaku seks yang semestinya belum mereka lakukan yakni melakukan hubuungan seks pranikah. Kemudian peneliti mengambil focus permasalahna mengenai apa yang menjadi latar belakang perilku seks pranikah mahasiswa tersebut serta bagaimana proses perubhan yang terjadi pada perilaku dan persepsi mahasiswa terhadap seks pranikah. Hal tersebut menjadi menarik untuk dituangkan dalam penelitian. Dalam rangka mendekati permasalahan yang diajukan, dilakukan penelitian di kabupaten Sleman, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan metode kulaitatif dengan pendekatan interaksionisme simbolik. Penelitian ini menempatkan 6 orang mahasiswa sebagai informan dana data di peroleh dari observasi dan wawancara mendalam. Temuan dilapangan menunjukkan bahwa perilaku seks yang dilakukan mahasiswa itu dilator belakangi dua faktor,yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal tersebut adalah kebutuhan mahasiswa akan seks atau faktor biologis. Faktor eksternal disini terdiri dari lingkungan pergaulan, keluarga, serta pengaruh media massa. Perilku tersebut akhirnya juga merubah persepsi informan tentang seks pranikah. Walaupun hampir semua menyatakan kurang setuju dengan perilaku seks pranikah tersebut, tetapi mereka mengakui bahwa hal ini sudah wajar bagi remaja sekarang untuk melakukan hubungan seks sebelum nikah. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa proses pendidikan dan pembelajaran masalah seksualitas perlu dilakukan sejak dini. Proses pendidikan ini salah satunya lewat penerangan dan penjelasan dengan benar, tetap, responsive sehingga mampu megarahkan remaja tentang perilkau dan persepsi seksualitas. Selain itu juga diperlukan perangkat nilai-nilai, moral,dan control social yang mendukung. Dengan demikian terbentuk suatu rasionalitas yang benar dan tepat seingga menjadi pertimbangan para remaja.

Kata Kunci : Seks; Remaja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.