Biaya-biaya Manusiawi dalam Era Neoliberal (Studi Mengenai Pemikiran Peter L. Berger dalam Pyramids of Sacrifice serta Relevansinya dalam Era Neoliberal)
SUTOPO, Oki Rahadianto, Oki Rahadianto Sutopo
2007 | Skripsi | SosiologiPeter L. Berger dalam Pyramids of Sacrifice (1974), menjelaskan bahwa model pembangunan yang ada yaitu kapitalis dan sosialis sama-sama menimbulkan biaya-biaya manusiawi. Kedua model pembangunan tersebut sama-sama membenarkan kesengsaraan hari ini untuk suatu ramalan yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Model pembangunan kapitalis di satu sisi mendatangkan pertumbuhan ekonomi tapi di lain pihak menciptakan kesenjangan sosial yang sangat tajam. Sedangkan model sosialis di satu sisi mendatangkan keadilan sosial namun disisi lain menciptakan teror dan represi-represi politik. Kedua-duanya menurut Berger tidak dibenarkan secara moral, seharusnya dalam memutusan kebijakan senantiasa menyertakan nilai-nilai etik yaitu kalkulasi biaya-biaya manusiawi baik dalam hal fisik maupun makna. Setelah keruntuhan rezim sosialis, satu-satunya ideologi yang mendapat pembenaran secara mutlak adalah kapitalis, dimana pada masa sekarang menjelma menjadi ideologi neoliberalisme. Studi ini akan mencoba melihat bagaimanakah relevansi pemikiran Berger, terutama mengenai biaya-biaya manusiawi dalam era neoliberal. Studi ini menggunakan metode penelitian studi pustaka. Karya Berger dalam Pyramids of Sacrifice(1974) menjadi acuan primer, disamping juga karya Berger yang lain serta referensi lain yang relevan. Penulis melakukan interpretasi terhadap karya Berger yaitu Pyramids of Sacrifice (1974) dan mencoba menerapkan interpretasi ersebut dala era neoliberal sekarang ini. Globalisasi dan neoliberalisme ibarat dua sisi dari satu keping mata uang yang sama. Tujuan utama dari neolibealisme ini adalah terciptanya pasar bebas, segala hal yang menghambat terciptanya pasar bebas akan dilibas. Imbas dari ideologi ini adalah dikebirinya peran Negara dalam melindungi rakyatnya. Melalui antek-anteknya yaitu IMF, WTO dan TNC/MNC, memaksakan liberalisasi, privatisasi dan pengurangan subsidi. Tiga kebijakan ini mempunyai dampak yang sangat besar bagi rakyat banyak, logika yang berkembang menjadi logika pasar atau lebih dikenal sebagai survival of the fittest. Peran Negara semakin dikurangi dan pasar menguasai segala bidang kehidupan. Yang terjadi adalah siapa yang punya modal dialah yang akan menang. Perusahaan besar seperti TNC/MNC menguasai hampir segala sektor kehidupan. Kekuasaan modal bahkan sampai menyentuh sektor-sektor publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat banyak. Dominasi kekuasaan pasar ini pada kenyataannya menciptakan korban-korban manusiawi yang tidak terkira. Kehidupan manusia dikorbankan demi pemujaan terhadap pasar. Manusia yang seharusnya menjadi subyek dan diberdayakan, dalam era neoliberal ini manusia tidak mendapat apa-apa selain menjadi korban. Survival of the fittest.
Kata Kunci : Pemikiran-Peter L. Berger