Remaja Membaca Komik Pendidikan (Studi Etnografis Remaja Pelajar SMA 3 Mengawasandi Komik Pengumuman : Tidak Ada Sekolah Murah!)
MANGGIASIH, Bunga, Bunga Manggiasih
2007 | Skripsi | Ilmu KomunikasiCarut-marut pendidikan Indonesia mendapatkan kritik tajam dalam buku komik Pengumuman : Tidak Ada Sekolah Murah! yang digubah oleh Eko Prasetyo dan Terra Bajraghosa. Oleh karena itu, menarik untuk mengkaji bagaimana pelajar Indonesia, sebagai subjek pendidikan sekaligus konsumen komik itu sendiri, meng-awasandi (men-decode) komik yang sarat kritik terhadap pendidikan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan decoding (pengawasandian) Stuart Hall, yang menyoroti baik teks maupun penafsirannya oleh khalayak. Hall menyatakan bahwa komunikator meng-encode pesan untuk tujuan ideologis tertentu, dan memanipulasi bahasa dan media demi tercapainya tujuan tersebut. Sedangkan khalayak sebagai penerima pesan tidak diwajibkan untuk meng-awasandi pesan tadi seperti yang diinginkan komunikator, tapi bisa saja menahan atau menolak pengaruh ideologis tadi dengan penafsiran makna yang berbeda atau berlawanan, sesuai dengan pengalaman atau pandangan mereka sendiri. Pengawasandian adalah wilayah yang dimiliki oleh khalayak, tetapi kita tidak bisa menutup mata terhadap teks dan konteks yang ada. Keduanya bagaimanapun akan mempengaruhi pengawasandian yang terjadi. Maka dalam penelitian ini teks dibedah secara tersendiri dengan analisis semiotik. Sedangkan khalayak diteliti dengan menggunakan metode etnografi, yang memungkinkan peneliti untuk memahami konteks dalam proses pengawasandian yang terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa informan melakukan praktek membaca dan mengawasandi teks secara berbeda-beda. Perbedaan tersebut berkaitan erat dengan latar belakang para informan, terutama dengan keluarga dan lingkungan di mana mereka dibesarkan. Informan yang steril dari masalah ekonomi dan kritik cenderung mendukung status quo sehingga ia mengambil posisi pembacaan yang berlawanan dengan Eko dan Terra. Informan berikutnya juga aman dari masalah ekonomi, namun ia familiar dengan kritik terhadap pendidikan, sehingga ia kritis pula terhadap isu-isu pendidikan Indonesia dan relatif sependapat dengan teks. Sementara itu, dua informan lainnya memiliki kondisi ekonomi yang lebih sulit. Meski memiliki pandangan yang agak berbeda terhadap isu pendidikan, mereka lebih banyak bernegosiasi dengan teks yang ada.
Kata Kunci : Komik; Remaja