Laporkan Masalah

Strategi Pengelolaan Diklat Kepegawaian Studi Komparatif Terhadap Kemungkinan Keberhasilan Pengadopsian Pola Pengelolaan Training Bank Mandiri Ke Dalam Organisasi Sektor Publik

SUPRIYATNO, Supriyatno

2007 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Birokrasi memiliki peran strategis dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Namun demikian, buruknya kinerja birokrasi selama ini telah menimbulkan berbagai kritikan dan tuntutan dari masyarakat. Salah satu hal yang sangat penting untuk segera diperbaiki adalah mengenai rendahnya kualitas SDM para aparatur. Untuk itu, pengembangan SDM aparatur melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PNS merupakan jalur yang ditempuh oleh pemerintah. Badan Diklat Propinsi DIY merupakan salah satu institusi sektor publik yang menyelenggarakan Diklat bagi PNS. Namun, dalam pelaksanaannya, lagilagi sektor publik masih menemui berbagai kendala dan permasalahan. Hal ini menuntut untuk segera dilakukan reformasi birokrasi dan manajemen publik. Untuk membenahi birokrasi yang ada, pemerintah dapat mengadopsi teknik manajemen dan belajar dari best practice sektor korporat sebagai salah satu strategi dan alternatif solusi bagi pembenahan kinerja birokrasi, termasuk dalam hal penyelenggaraan Diklat Kepegawaian. Bank Mandiri merupakan salah satu organisasi yang bergerak di sektor bisnis. Perusahaan ini memiliki sistem pelatihan dan pengembangan pegawai yang sangat baik dan memadai. Penelitian ini berhasil menggali sejumlah aspek yang ditinjau secara umum (global) dan bernilai strategis dari pola training Bank Mandiri dan pola Diklat sektor publik dengan cakupan (scope) penelitian antara lain: (1) Jenis pelatihan yang dilaksanakan; (2) Analisis kebutuhan pelatihan; (3) Tempat penyelenggaraan pelatihan; (4) Jangka waktu penyelenggaraan pelatihan; (5) Metode Penyelenggaraan pelatihan; (6) Materi pelatihan; (7) Kualifikasi pengajar; (8) Evaluasi penyelenggaraan pelatihan; (9) Dampak penyelenggaraan pelatihan; dan (10) Permasalahan penyelenggaraan pelatihan yang dihadapi. Kemudian dilakukan perbandingan (comparation) untuk selanjutnya dianalisis mengenai aspek-aspek mana saja yang positif dan capable untuk diterapkan di sektor publik dan strategi penyesuaian (adjustment strategy) yang harus ditempuh oleh pemerintah agar sejumlah aspek tersebut dapat diaplikasikan. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, penulis merekomendasikan setidaknya 4 (empat) aspek dari pola pengelolaan training Bank Mandiri yang dapat diaplikasikan ke dalam sektor publik. Keempat aspek pengelolaan training Bank Mandiri diantaranya: (1) Model Training Need Analysis (TNA); (2) Penerapan metode 70% Activity : 30% Lecturer; (3) Monitoring System & Special Project pasca Diklat bagi pegawai; dan (4) Sistem training melalui E-Learning. Aspek-aspek tersebut akan dapat diterapkan hanya apabila pemerintah, aparatur, dan segenap pemangku kepentingan (stakeholders) Diklat mempunyai kemauan, komitmen, dan usaha serius serta tidak segan untuk mengeluarkan segala daya dan dana dalam rangka meningkatkan profesionalisme aparatur sebagaimana yang sangat diharapkan oleh masyarakat.

Kata Kunci : Diklat Pegawai


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.