Laporkan Masalah

Peran Stakeholder dalam Pelaksanaan Program Antisipasi Terhadap Penyakit Flu Burung di Kabupaten Bantul

AEHANI, Rani, Rani Aehani

2007 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Dalam rangka peningkatan pembangunan kesehatan, maka sudah merupakan tugas dari pemerintah dan masyarakatlah untuk melaksanakan upaya kesehatan untuk menciptakan kesejahteraan umum. Sejak 2 tahun belakangan ini, merebak kasus penyakit flu burung di Indonesia. Bahkan di beberapa wilayah telah ditemukan beberapa pasien suspect yang dinyatakan positif flu burung. Selain meresahkan para peternak, pemberitaan yang heboh tentang penyakit flu burung ini juga sempat meresahkan masyarakat. Sampai saat ini, belum diketahuo dari mana asal mula masuknya virus avian influenza ini ke Indonesia. Namun hal aneh yang terjadi adalah banyaknya penemuan pasien suspect flu burung tetapi di daerah sekitarnya tidak ditemukan peternakan unggas ataupun adanya unggas yang mati akibat AI. Hal tersebut mendorong penulis untuk meneliti dan mengetahui yang sebenarnya dibalik penyebaran penyakit flu burung ini. Apakah benar virus tersebut dapat menular ke manusia atau hanya isu politik yang dihembuskan untuk meresahkan masyarakat dan ada beberapa pihak yang diuntungkan atas merebaknya kasus ini. Karena untuk menanggulangi penyakit ini pemerintah memberikan dana yang tak terbatas, selain itu adanya rencana untuk melengkapi sarana dan prasarana yang mendukung bagi rumah sakit-rumah sakit rujukan diseluruh Indonesia, hal tersebut membutuhkan dana yang sangat besar sekali dan tentunya ada pihak-pihak yang diuntungkan dalam proyek tersebut. Hal yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dari stakeholder dalam pelaksanaan program antisipasi terhadap penyakit flu burung di Kabupaten Bantul ini. Stakeholder yang dimaksud disini ialah pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan, Kelautan dan Perikanan serta masyarakat. Penulis memilih obyek penelitian di Kabupaten Bantul karena dalam kurun waktu 2 tahun ini di Kabupaten Bantul sendiri telah ditemukan kasus kematian unggas akibat AI, walaupun di daerah ini belum ditemukan pasien yang positif flu burung dan hanya sampai suspect saja karena hasil yang didapat negatif. Para stakeholder tersebut memiliki peran yang berbeda namun mereka saling terkait, karena pemerintah tidak dapat mencapai tujuan pembangunan dengan sendirinya tanpa partisipasi dari masyarakatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang data bersumber dari data primer dan sekunder. Menurut hasil penelitian, didapat bahwa peran pemerintah untuk mengantisipasi penyakit ini sudah cukup baik, hanya saja perlu peninjauan ulang terhdap kebijakan yang diadopsi dari pusat, karena tidak semua kebijakan tersebut dapat dijalankan di daerah Bantul ini. Sedangkan masyarakat di daerah Bantul ini tidak mempercayai virus flu burung dapat menular ke manusia,karena bila virus itu dapat menular ke manusia maka seharusnya yang terinfeksi virus ini pertama kali adalah para peternak, dokter hewan ataupun orang-orang yang berhubungan langsung dengan peternakan ataupun unggas yang terinfeksi virus tersebut. Menurut mereka pemberitaan media massa tentang flu burung ini terlalu dilebih-lebihkan sehingga membuat masyarakat resah dan penjualan ternak unggas mereka menjadi turun. Sehingga sudah menjadi tugas pemerintahlah untuk memberikan penjelasan yang sejujur-jujurnya tentang apa sebenarnya penyakit flu burung ini.

Kata Kunci : Program Kesehatan; Flu Burung


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.