Laporkan Masalah

Pemberdayaan Petani di Malangrejo (Studi Atas Peran Kelompok Tani Sedyo Karyo Makmur Dalam Mewujudkan Pemberdayaan Petani di Malangrejo, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY)

HANJARWATI, Astri, Astri Hanjarwati

2007 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Indonesia dalam melaksanakan pembangunan pernah menganut paradigma pertumbuhan. Salah satu konsekuensinya yaitu terjadi ketidakmerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya. Hal ini menjadikan sektor ekonomi terstratifikasi secara vertikal. Sektor ekonomi yang termasuk dalam kategori rendah dan cenderung menimbulkan permasalahan bagi sebagaian kota-kota besar adalah sektor informal. Sektor informal memang diakui merupakan pengaman perekonomian nasional pada saat terjadi krisis ekonomi, namun demikian juga telah menimbulkan permasalahan diantaranya adalah kekumuhan, persoalan ketertiban, kenyamanan, kemacetan lalu lintas dan lain sebagainya. Kemudian bagaimana kalau sektor informal terjadi dan terbentuk di pedesaan. Seperti yang ada di Jalan Kanggotan Raya Kecamatan Pleret, yaitu terbentuknya sebuah pasar spare part sepeda motor yang telah menyerap banyak tenaga kerja terutama warga Pedukuhan Kanggotan. Keberadaan pasar tersebut tentunya tidak terjadi begitu saja namun ada situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya dan perkembangan pasar yang cepat juga dinamis hal ini erat berkaitan dengan etos kerja para pedagang karena etos kerja merupakan motor penggerak untuk beraktualisasi secara produktif dan berdaya guna. Oleh karena itu permasalahan dari penelitian ini yaitu mengenai latar-belakang terbentuknya pasar tersebut dan bagaimana etos kerja para pedagangnya yang nota bene berasal dari masyarakat nahdliyin. Penelitian dilaksanakan di Pedukuhan Kanggotan Desa Pleret Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul dimana mayoritas pedagang spare part sepeda motor berdomisili. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan informan dilakukan secara purposive (bertujuan). Informan yang diambil berjumlah 9 orang, 6 pedagang spare part sepeda motor, 1 orang pekerja, 2 orang tokoh masyarakat setempat. Dari hasil penelitian dapat diketahui yang menjadi latarbelakang terbentuknya pasar tersebut meliputi: kesejarahan yaitu saat terjadi krisis ekonomi tahun 1998 banyak orang (konsumen) yang mencari spare part sepeda motor bekas pakai (second) maka jumlah pedagangnyapun semakin bertambah dan telah berkembang menjadi pasar pada tahun 2002, tidak tersedianya lahan pertanian sehingga banyak warga yang bekerja sebagai pedagang, jiwa kewirausahaan sebagai pedagang yang diwariskan dari generasi sebelumnya, tuntutan pasar spare part sepeda motor yang semakin luas juga budaya kebersamaan pada masyarakat nahdliyin yang memupuk kebersamaan dalam berdagang. Kondisi pasar yang dinamis dan perkembangannya yang pesat menunjukkan etos kerja yang tinggi pada para pedagangnya. Paling tidak ada tujuh karakteristik etos kerja pada para pedagang spare part sepeda motor yaitu: semangat bekerja keras yang dilatarbelakangi ibadah, sikap mau bekerja sama yang lahir dari praktek tradisi keagamaan nahdliyin, sikap saling percaya pada sesama pedagang, disiplin waktu kerja, efisiensi, rajin dan rapi dalam berdagang, sikap jeli dalam memanfaatkan peluang yang ada serta mengutamakan kejujuran dan kesederhanaan. Saran bagi pedagang spare part sepeda motor agar dibentuk paguyupan (organisasi) untuk meningkatkan posisi tawar terhadap pemasok spare part sepeda motor. Bagi pemerintah perlu memberikan pinjaman uang dengan bunga rendah kepada para pedagang yang mempunyai kendala modal untuk mengembangkan usahanya.

Kata Kunci : Etos Kerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.