Laporkan Masalah

Analisis Semiotika Visual Representasi Pesan Pembangunan Orde Baru dalam Perangko Seri Pelita V (1989-1993)

LAYLA, Hana, Hana Layla YD

2007 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Setiap pemerintahan memiliki strategi komunikasi tersendiri guna merepresentasikan pesan-pesan demi tercapainya tujuan pembangunan. Masing-masing strategi pun diterapkan dalam media yang telah dipilih. Baik media tradisional maupun modern dan media massa maupun non-massa. Pemerintah Orde baru memilih prangko sebagai salah satu media untuk merepresentasikan pesan pembangunannya. Meski secara eksplisit Orde Baru tidak pernah menyatakan prangko sebagai media komunikasi. Kemungkinan besar, pilihan tersebut diambil karena –baik pada saat itu maupun sekarang, prangko memegang berbagai peranan penting selain sebagai pengganti biaya berkirim surat. Salah satu di antaranya adalah pembawa muatan pesan dalam bentuk bahasa visual. Maka dari itu, pemerintah Orde Baru selaku pemilik wewenang penerbitan prangko, mendesain sedemikian rupa pesan pembangunan yang akan disampaikan melalui prangko. Hal ini berlaku di antaranya dalam penerbitan prangko Seri Pelita V. Setelah prangko-prangko Seri Pelita V dianalisis menggunakan metode semiotika visual, Pemerintah Orde Baru secara tampak, menampilkan pesan-pesan yang berisi mengenai informasi bahwa Indonesia adalah negara yang telah mencapai tahap tertinggi sebelum memasuki era tinggal landas –berdasarkan catatan Rostow mengenai tahapan menuju negara maju. Kesiapan Indonesia menyongsong era tinggal landas ditandai dengan kepemilikan industri dan prasarana vital, penguasaan teknologi baru dan sumber daya manusia yang memadahi. Namun terbaca pula melalui makna konotasi yang dikandung oleh gambar-gambar dalam prangko Seri Pelita V bahwa, kesiapan-kesiapan yang diwacanakan oleh Orde Baru ternyata hanya sebuah kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Karena secara kontekstual, gambar-gambar prangko justru menunjukkan bahwa Orde Baru lebih banyak merugikan masyarakat dengan mengorbankan hal-hal penting dan mendasar yang seharusnya juga mendapat perhatian. Tak jarang, kesan yang ditemukan adalah keputusan-keputusan yang diambil Orde Baru dalam pembangunan malah membuka celah yang lebar bagi pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari Bangsa Indonesia.

Kata Kunci : Media Perangko; Pesan Pembangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.