Laporkan Masalah

Usaha-Usaha Religion for Peace Menentang Kekerasan atas Nama Agama Tahun 2000-2006

SAGALA, Margaretta, Margaretta Sagala

2007 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini akan meneliti tindakan-tindakan nyata apa yang telah dilakukan oleh RfP untuk menentang tindak kekerasan yang menggunakan agama sebagai justifikasinya. Deklarasi Kyoto memang baru diresmikan pada tahun 2006, namun justru pengalaman-pengalaman RfP menentang kekerasan yang mengatasnamakan agama lah yang mencetuskan ide dasar Deklarasi Kyoto. RfP dalam usahanya untuk memperjuangkan perdamaian dapat dikategorikan sebagai salah satu aktor peacebuilding. Namun, posisinya sebagai lembaga multiagama memberinya posisi yang unik dibandingkan organisasi-organisasi peacebuilding sekuler. Keunikan inilah yang hendak saya gali lebih dalam pada skripsi ini. Pada masa dimana agama sering dituduh sebagai sumber konflik, pembuktian bahwa agama dapat menjadi jalan menuju perdamaian menjadi begitu menarik dan menantang. Argumen Utama yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah: 1. RfP menentang aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama dengan melakukan usaha-usaha yang tercakup dalam keenam rekomendasi untuk komunitas-komunitas keagamaan. Keenam rekomendasi tersebut antara lain: Menolak penyalahgunaan agama untuk justifikasi tindak kekerasan; Menjadi pelaku transformasi konflik; Menguatkan pendidikan perdamaian di setiap lapisan; Menjaga akuntabilitas pemerintah; Membentuk jaringan kerjasama multi-agama pada semua tingkatan; Bekerjasama dengan semua sektor masyarakat untuk menentang kekerasan dan memajukan model shared security. 2. RfP memilih untuk melakukan keenam rekomendasi tersebut untuk membuktikan bahwa orang-orang yang berbeda agama dapat bekerjasama dan hidup dengan damai dan mematahkan konsep pemikiran bahwa agama dapat menjadi legitimasi tindakan kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. RfP sebagai organisasi multiagama bukannya lepas dari tantangan. Berusaha membuat konsensus dari para pemimpin agama yang berbeda latar belakang saja sudah merupakan kesulitan sendiri. Belum lagi, sebagai lembaga non-profit, RfP menggantungkan diri pada lembaga-lembaga donatur. Oleh karena itu, RfP terus menghadapai kendala keuangan. Di sisi lain, kenyataan bahwa organisasi ini telah berdiri sejak tahun 1970 dan terus berkembang sampai saat ini membuktikan bahwa organisasi ini memiliki kemampuan untuk bertahan.

Kata Kunci : Konflik Agama; Terorisme


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.