Laporkan Masalah

Respon Masyarakat, Strategi Petani dan Implikasi, Tekanan Pembangunan Perumahan Elite (Studi tentang kebijakan pembangunan perumahan di lahan pertanian di Sariharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta

DEWI, Kirana Prama, Kirana Prama Dewi

2007 | Skripsi | Sosiologi

Hal menarik untuk dikaji dalam penelitian ini adalah terjadinya perubahan pengunaan lahan pertanian yang diakibatkan oleh peningkatan pembangunan yang bersifat fisik yang berupa pembangunan pemukiman ataupun perumahan baru. Suatu persoalan yang kemudian muncul seiring dengan pembangunan pemukiman di daerah pinggiran kota adalah daerah tersebut menghadapi tekanan kegiatan lingkungan perkotaan yang berdampak pada masyarakat lokal dan petani. Dalam hal ini berkaitan dengan pemanfaatan lahan yang ada (terutama lahan pertanian pangan) yang terkonversi menjadi lahan terbangun mengakibatkan luas lahan pertanian semakin menyusut sehingga mengancam ketersediaan bahan pangan. Penelitian ini menerapkan Metode Penelitian Kualitatif, dengan jenis penelitian Deskriptif Analitis dan karena tujuan penelitian ini bukan untuk mengeneralisasikan fenomena konversi lahan dan implikasi spasial dan sosial secara umum, namun hanya secara khusus menyangkut perilaku masyarakat petani dan masyarakat sekitar perumahan serta pola hubungan interaksi antara masyarakat perumahan (pendatang) dengan masyarakat sekitar perumahan di Desa Sariharjo maka studi kasus merupakan metode yang dianggap tepat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perubahan peruntukan penggunaan lahan di Desa Sariharjo didominasi oleh perumahan, faktor-faktor yang melatarbelakangi hal tersebut adalah Pertama, faktor eksternal; Kedua, faktor internal; dan Ketiga, faktor kebijakan. Ketiga faktor tersebut saling mempengaruhi. (2) Konversi lahan pertanian menyangkut persoalan dalam konteks makro dan mikro. (3) Fenomena konversi lahan pertanian ke non pertanian (perumahan) mendapat respon negatif dari masyarakat. (4) Terdapat tiga peluang kerja bagi petani dalam menghadapi tekanan konversi lahan pertanian, yaitu pertama, petani akan tetap bertahan dengan pekerjaan pertanian walau dengan lahan yang semakin sempit; kedua,petani melakukan kombinasi kegiatan pertanian dan non pertanian; dan ketiga, petani melakukan usaha non pertanian. (5) Adanya perubahan “pola konsumsi” perumahan dikalangan masyarakat, saat ini masyarakat cenderung memilih perumahan yang dapat bernilai prospektif (dapat digunakan sebagai investasi). (6) Developer melakukan segala macam cara untuk untuk membebaskan lahan pertanian untuk memperoleh keuntungan. Walau membangun perumahan dengan unit rumah yang kecil, mereka tetap menamainya sebagai perumahan. Disatu sisi, perumahan kecil ini menyebabkan fragmentasi administratif (jika hendak dijadikan satu rukun tetangga, jumlah kepala keluarga tidak mencukupi). Di sisi lain, perumahan kecil ini dapat dimengerti karena adanya kebijakan pembangunan perumahan berimbang. (7) Masyarakat berada dalam masa transisi dan implikasi dari masyarakat transisional adalah adanya segregation action. Terjadinya perubahan nilai mengenai kesadaran kelas masayarakat dalam pemilihan tempat tinggal, menyebabkan timbulnya kesenjangan sosial dan segregasi sosial patologis kaya-miskin. (8) Pola hubungan interaksi masyarakat perumahan dan masyarakat lokal memperlihatkan hubungan yang tidak harmonis.

Kata Kunci : Perilaku Mayarakat Petani; Interaksi Sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.