Laporkan Masalah

Dampak Sosial Ekonomi Penutupan Lokalisasi Sanggrahan

WIDODO, Satriyo, Satriyo Widodo

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Pelacuran merupakan gejala sosial yang telah lama berlangsung. Meskipun pelacuran bertentangan dengan nilai dan norma sosial, keberadaannya tetap eksis sampai saat ini. Pelacuran dianggap sebagai salah satu masalah sosial dan penyakit masyarakat yang dapat memberikan dampak negatif dalam kehidupan masyarakat. Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa praktek pelacuran juga telah berjasa sebagai salah satu pemacu pertumbuhan ekonomi dalam masyarakat. Pelacuran akan memacu kegiatan-kegiatan ekonomi yang lainnya sebagai pendukung dari praktek pelacuran. Dampak negatif dari praktek pelacuran dapat diminimalisir dengan adanya lokalisasi pelacuran. Lokalisasi pelacuran merupakan suatu tempat rehabilitasi dan resosialisasi para pelacur untuk kembali hidup normal dalam masyarakat. Di samping itu,lokalisasi juga dapat meminimalisir dampak negatif dari praktek pelacuran dalam masyarakat jika dibandingkan dengan praktek pelacuran secara liar. Penutupan lokalisasi Sanggrahan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta tentunya akan memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar bekas lokalisasi. Penutupan lokalisasi bukan berarti dapat menghapuskan praktek pelacuran di daerah itu, namun justru pelacuran berkembang marak secara liar. Pelacuran secara liar mempunyai dampak negatif yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Penutupan lokalisasi Sanggrahan bisa diartikan penutupan pusat perekonomian masyarakat sekitar yang telah banyak terlibat dan tergantung secara ekonomi terhadap adanya lokalisasi tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak sosial ekonomi penutupan lokalisasi Sanggrahan terhadap masyarakat Sanggrahan. Pendekatan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dengan studi lapangan di daerah sekitar lokalisasi Sanggrahan. Sampel diambil dengan cara purposive yaitu masyarakat sekitar dan para pelaku kegiatan pelacuran yang terkena dampak dari penutupan lokalisasi. Data yang diambil bersifat kualitatif yang diperoleh dengan melakukan wawancara bebas dan mendalam (indepth interview) terhadap sampel yang telah diambil. Metode analisis yang dilakukan bersifat interpretatif. Dari data yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat diambil kesimpulan bahwa penutupan lokalisasi Sanggrahan telah memberikan dampak negatif yang cukup signifikan dalam masyarakat. Masyarakat sekitar dan para pelaku praktek pelacuran mampu berbaur dengan alasan dasar ekonomi. Masyarakat juga mempunyai keterlibatan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam keberadaan praktek pelacuran liar di daerah tersebut. Pelanggaran-pelanggaran ketertiban banyak terjadi dalam masyarakat namun kriminalitas cenderung jarang terjadi. Secara ekonomi masyarakat mengalami penurunan secara signifikan pasca penutupan lokalisasi namun mulai meningkat kembali ketika terminal yang didirikan di lokasi bekas lokalisasi Sanggrahan mulai beroperasi.

Kata Kunci : Lokalisasi; Sosial Ekonomi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.