Kinerja Anggaran (Evaluasi Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Malaria dan Program Pemberantasan Penyakit Diare Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2003-2005)
ASIANTI, Arina Tantya, Arina Tantya Asianti
2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Munculnya Anggaran Berbasis Kinerja dilatar belakangi oleh lemahnya kinerja birokrasi dalam penerapan anggaran tradisional yang hanya menggunakan pendekatan administrasi menuju pada reformasi anggaran menggunakan pendekatan administrasi dan pendekatan kinerja dalam anggaran. Hal ini berkaitan dengan tuntutan masyarakat untuk meminta pertanggungjawaban birokrasi atas penggunaan sumber daya publik karena “pemerintah tidak mempunyai uang yang dimiliki sendiri sebab seluruhnya milik publik”. Dalam hal ini untuk memastikan uang publik digunakan dengan baik dan mencapai tujuan daerah diperlukan pengendalian anggaran baik dalam proses penyusunannya sampai tahap evaluasi. Pengendalian dimaksud adalah menggunakan prinsip Anggaran Berbasis Kinerja. Anggaran Berbasis Kinerja adalah pengelolaan anggaran dengan memasukkan pengukuran kinerja dalam anggaran yang terdiri dari tiga elemen dasar yaitu Standar Analisa Biaya, Tolak Ukur Kinerja dan Standar Biaya dengan memperhatikan prinsip value for money (ekonomi, efisien dan efektif) untuk mencapai tujuan, visi, misi daerah. Dalam hal ini evaluasi anggaran diperlukan sebagai bagian dari pengendalian untuk memastikan apakah dana anggaran telah digunakan secara ekonomi, efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja anggaran Dinas Kesehatan dengan melakukan evaluasi. Kinerja Anggaran dapat diukur dengan menggunakan beberapa metode, namun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan melakukan evaluasi anggaran tahun 2003-2005 yaitu mengukur kinerja ekonomi, efisiensi dan efektivitas. Konsistensi penerapan Anggaran Berbasis Kinerja dilihat dari : 1) Program anggaran dengan rencana strategis daerah. 2) Penggunaan elemen Standar Biaya, Standar Analisa Biaya Dan Tolak ukur Kinerja 3) Konsisten untuk mencapai anggaran yang ekonomi,efisien dan efektif Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo kurang konsisten dalam penerapan Anggaran Berbasis Kinerja karena tidak adanya Standar Pelayanan Minimum Kabupaten sebagai konsensus antara eksekutif dan legislatif. Tidak adanya Standar Analisa Biaya yang menghubungkan antara total dana kegiatan dengan satu satuan output yang disebut cost efficiency dan hubungan dana dengan outcome yang disebut cost effectiveness dapat menjadi celah pengunaan anggaran dengan hasil tidak maksimal.Tidak tercapainya indikator mikro yang telah disepakati oleh unit-unit kerja dalam Dinas Kesehatan dan telah ditetapkan menjadi anggaran yaitu tertuang dalam Dokumen Anggran Satuan Kerja. Dengan demikian konsistensi Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dalam penerapan Anggaran Berbasis Kinerja hanya sampai tahap keselarasan visi, misi dan tujuan daerah dengan kegiatan yang terdapat dalam anggaran, serta pengintegrasian Tolak Ukur Kinerja dalam anggaran dan Standar Biaya yang digunakan sebagai standar harga pengadaan barang dan jasa dalam anggaran.
Kata Kunci : Kinerja Anggaran