Implikasi Penyelenggaraan Ujian Nasioanl Pada Kebijakan Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Studi Hubungan Mengenai Nilai Rapor dengan Nilai Ujian Nasional di SMPN 5 Yogyakarta dan di SMPN 1 Depok)
MEGAWATI, Megawati; Subando Agus Margono
2007 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kehidupan sosial sekarang ini telah penuh dengan kesibukan pengaturan. Termasuk dalam pendidikan, ada campur tangan aktor yang berkepentingan. Bagaimanapun tidak dipungkiri, belajar dan pendidikan menjadi jalan utama untuk meningkatkan kualitas manusia, karena itu pendidikan juga menjadi perhatian penting dalam pembangunan. Masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan juga menjadi masalah dalam pembangunan. Satu masalah pendidikan yang ditemui penulis pada penelitian ini adalah berkaitan dengan ujian nasional. Polemik mengenai hasil ujian nasional turut menjadi alasan penulis dalam mengangkat topik ini. Hal ujian nasional juga menjadi latar belakang penulis untuk meneliti hubungan antara dua nilai hasil belajar (nilai rapor dan nilai ujian nasional) yang menjadi syarat kelulusan. Penulis menyoroti studi hubungan antara nilai rapor dan nilai ujian nasionalnya dengan pendekatan statistik. Selain itu, meneliti lebih dalam mengenai apa implikasi penyelenggaraan ujian nasional pada kebijakan dinas pendidikan dan pengajaran (Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta) dengan pertimbangan adanya penerapan desentralisasi di daerah. Berdasarkan analisis statistiknya dihasilkan bahwa nilai rapor tidak dapat dipakai untuk prediksi nilai ujian nasional. Dan berdasarkan keeratan hubungan yang tercermin dari koefisien korelasi, diketahui bahwa, baik di SMP N 5 Yogyakarta maupun SMP N 1 Depok, mayoritas menunjukkan hubungan pada tingkat rendah atau di bawah 50%. Sehingga hipotesis yang terbukti benar adalah hipotesis alternatif (H1). Tidak adanya hubungan antara nilai rapor dengan nilai ujian nasional tersebut juga diperkuat oleh pernyataan guru dan dari pejabat dinas pendidikan setempat. Penulis menggarisbawahi disini bahwa kesimpulan yang ditarik dalam analisis statistik tersebut tidak dapat digeneralisasikan untuk siswa di luar populasi sekolah yang bersangkutan. Disamping itu hasil ujian nasional ternyata membawa implikasi pada prestasi sekolah melalui tingkat kelulusan para siswa. Dengan demikian unsur yang diperhitungkan dalam pemberian pelayanan dinas pendidikan adalah prestasi sekolah (tingkat kelulusan ujian nasional). Dinas pendidikan memberikan pelayanan kepada sekolah-sekolah dengan pertimbangan hasil ujian nasional. Adapun implikasi penyelenggaraan ujian nasional terhadap kebijakan dinas pendidikan tidak ditemui perbedaan antara dinas pendidikan kota yogyakarta dan dinas pendidikan kabupaten Sleman dilihat dari segi kewenangan, sumber daya manusia, keuangan, dan kebutuhan pelayan meskipun keduanya menerapkan desentralisasi Pada akhirnya penulis menarik benang merah bahwa, di tengah kesibukan pengaturan yang dilakukan pemerintah, khususnya penyelenggaraan ujian nasional, dan dalam rangka pelaksanaan pendidikan di daerah, dinas pendidikan sebaiknya menciptakan cara kerja baru yang dapat memberikan kepuasan pelayanan pendidikan bagi siswa, guru dan masyarakat sehingga tujuan utama ujian nasional (optimalisasi kelulusan) dapat tercapai. Penulis juga memberikan saran kepada dinas pendidikan yang terdiri atas: meningkatkan perhatian pada hasil ujian nasional di tiap sekolah agar dapat meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan pada sekolah sekolah serta perlu bagi dinas untuk membuat kebijakan yang lebih responsif kepada prestasi siswa di jenjang kelas dengan tujuan membangkitkan semangat belajar sehingga dapat lebih berprestasi dalam ujian akhir termasuk ujian nasional.
Kata Kunci : Pendidikan; Ujian Nasional