Laporkan Masalah

Corporate Social Responsibility; Antara Kepedulian Membangun Masyarakat dan Mendapatkan Legitimasi Sosial (Studi Kasus Pada Eksplorasi Dodo-Rinti PT Newmont Nusa Tenggara, Kecamatan Ropang Sumbawa

GUNTORO, Joko, Joko Guntoro

2007 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Istilah Corporate Social Responsiblity (CSR) semakin ekstensif digunakan oleh kalangan bisnis. Perusahaan berlomba-lomba mengintroduksi dan mempromosikan “kata ajaib” itu ke publik dalam berbagai media : televisi, koran, majalah. Perusahaan tambang seperti PT Newmont Nusa Tenggara juga tidak terlepas dari hal ini. CSR sendiri dapat ditinjau dari dimensi makro dan mikro. Secara makro, berbagai studi menunjukkan bahwa aktifnya perusahaan mengadopsi dan mempromosikan CSR tidak terlepas dari adanya berbagai tekanan publik. Dengan demikian ia adalah tindakan responsif menghadapi perubahan sejarah. Seperti diketahui, krisis lingkungan dan isu pelanggaran HAM yang dilakukan banyak korporasi global telah menjadi sorotan sejak dekade 60an. Sedangkan secara mikro adalah merujuk kepada perusahaan tertentu dan lokasi operasi tertentu. Pertanyaannya adalah apakah CSR pada tingkatan mikro itu merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat atau dapat pula dimaknai sebagai sebuah usaha untuk mendapatkan legitimasi sosial sehingga perusahaan memiliki “lisensi sosial untuk beroperasi”. Peneliti mengartikan CSR sebagai aktivitas atau program yang ditujukan perusahaan kepada komunitas lokal. Penelitian ini menggunakan penelitian naturalistik/kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan metode studi kasus. Sebagai latar penelitian ini adalah eksplorasi PT Newmont Nusa Tenggara dan Desa Lebin Ropang (Ropang). Desa Ropang adalah salah satu desa dari sembilan desa di Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa yang diklaim sebagai daerah lingkar tambang di fasilitas eksplorasi tersebut. Penelitian menemukan pertama, bahwa perusahaan dalam pernyataannya menyatakan bahwa Corporate Environmental and Social Responsibility (CESR) bertujuan untuk memperoleh lisensi sosial untuk beroperasi. Dalam hal ini melakukan komunikasi secara intensif dengan para stakeholder memegang peranan penting. Adanya program sosialisasi dan site visit bagi warga desa di sekitar area eksplorasi membenarkan hal ini. Kedua, hadirnya perusahaan telah menimbulkan eksternalitas dan harapan-harapan sosial. Ketiga, impelementasi CSR sangat ditentukan oleh harapan dan tuntutan warga. Perusahaan melakukan CSR dengan model integratif yaitu sejalan dengan tuntutan walaupun dalam pelaksanaannya mungkin cenderung bias kekuasaan. Perusahaan mengatasi berbagai protes dengan membentuk institusi baru atau mereformasi institusi yang telah ada. Dengan kata lain, di lapangan CSR dapat dikatakan berfungsi sebagai “pemadam kebakaran” atas berbagai tuntutan. Berbagai kasus yang terjadi menunjukkan bahwa tidak akomodatif dan partisipatifnya kebijakan CSR terhadap tuntutan warga menyebabkan perusahaan kehilangan legitimasi atau pembenaran secara sosial untuk tetap dapat melaksanakan operasi/akumulasi kapital. Ke empat, besar kecilnya aktivitas CSR ditentukan oleh tahapan produksi dan pendapatan perusahaan .Ke lima, setuju tidaknya warga terhadap kehadiran eksplorasi dipengaruhi oleh nilai manfaat/kerugian yang dihadirkan perusahaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas CSR di eksplorasi Dodo-Rinti PT NNT dapat dikatakan sebagai “kepedulian membangun untuk memperoleh legitimasi sosial agar perusahaan tetap dapat melakukan akumulasi kapital”. Dalam hal ini kepedulian bukanlah sesuatu yang gratis, tetapi terutama karena adanya tekanan eksternal (tuntutan masyarakat) dan internal (kebijakan perusahaan).

Kata Kunci : Corporate Social Responsibility


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.