Perjuangan Rebia Kadeer dalam Membela Hak-hak Minoritas Uighur di Cina
NARULITA, Listya, Listya Narulita
2007 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalPenelitian ini hanyalah sekelumit pembahasan mengenai perjuangan seorang pemimpin pergerakan etnis Uighur dalam melawan kebijakan diskriminatif dan represif oleh penguasa Cina. Kebijakan asimilasi yang didengungkan pemerintah untuk semakin mengeratkan warga Cina sehingga tercipta suatu harmoni, ternyata membawa permasalahan baru bagi pemerintah. Kebijakan asimilasi yang ada, dijalankan pemerintah dengan maksud untuk memaksakan kebudayaan Cina mayoritas agar sepenuhnya diadaptasi oleh kelompok minoritas. Kebudayaan yang dimiliki oleh minoritas muslim Uighur dilarang keras untuk dilakukan, termasuk agama, bahasa, pakaian, adat istiadat, dan segala macam yang menunjukkan ciri identitas etnis Uighur.Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan “Going West” untuk menarik ribuan warga Cina inner yang sangat padat penduduk untuk bermigrasi ke Cina bagian barat yang jarang penduduk. Going West Policy sebenarnya memiliki maksud yang baik karena Cina yang merupakan negara terluas di dunia setelah Rusia dan Kanada pun menghadapi ketimpangan yang sangat besar dalam persebaran penduduknya. Rebiya Kadeer merupakan salah satu pemimpin yang saat ini sedang naik daun. Rebiya menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan etnis Uighur dan menghilangkan praktek diskriminasi yang terjadi di Xinjiang. Rebiya secara jelas menuntut adanya otonomi ekonomi, otonomi pendidikan, kebebasan beragama, dan kebebasan berbahasa. Cara yang dilakukan didalam negeri mulai dari turun langsung ke masyarakat dengan mengajarkan kepada para perempuan Uighur bagaimana menjadi seorang perempuan mandiri dan dapat memiliki bisnisnya sendiri (Thousand Mothers Movement), mengadakan “sekolah malam” bagi warga Uighur untuk dapat mengenyam pendidikan yang tidak bisa didapat karena segala keterbatasan yang ada, dan juga menyampaikan protes langsung kepada pemerintah dengan memberikan daftar 16 tuntutan Rebiya terhadap perbaikan kehidupan etnis Uighur dalam pertemuan CPPCC.
Kata Kunci : Hak Minoritas; Cina