Laporkan Masalah

Slemania dan Penguatan Masyarakat Sipil Studi kasus terhadap sejauhmana keberadaan Slemania berperan dalam gagasan penguatan masyarakat sipil yang demokratis di Kabupaten Sleman

OSYKAR, E.M., E.M. Osykar

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Selama ini konsep dan wacana masyarakat sipil atau civil society hanya dipakai oleh para ilmuwan sosial politik merujuk kepada partai politik, lembaga swadaya masyarakat, media massa dan semua yang senada dengan mereka. Sering kali kita terlupa bahwa suporter klub-klub sepakbola, komunitas penggemar motor gede’, fans club dari suatu grup musik dan hal-hal lain yang kita anggap sebagai hal remeh-temeh juga merupakan bentuk dari masyarakat sipil. Bahkan mungkin merekalah yang secara kualitas menjadi masyarakat sipil yang paling solid, loyal, kokoh, dan derajat kedekatan terhadap masyarakat sipil itu sendiri dalam keberadaannya. Penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam karya ilmiah ini akan membahas fenomena marak terbentuknya asosiasi-asosiasi suporter sepakbola di daerah-daerah di Indonesia. Dengan mengambil kasus kajian terhadap suporter SLEMANIA, penelitian ini akan menjawab alasan mendasar mengapa asosiasi suporter SLEMANIA dapat dikategorikan sebagai organisasi masyarakat sipil dan juga memaparkan sejauh mana SLEMANIA berperan dalam penguatan masyarakat sipil dalam konteks lokal. Penyajian hasil penelitian ini merupakan pengamatan langsung penulis dilapangan, sehingga apa yang akan menjadi kesimpulan umum nantinya tidak hanya sebatas wacana saja. Dari hasil Penelitian akan diketahui bahwa SLEMANIA yang lahir dari masyarakat yang majemuk (plural), dan kaya akan keragaman bangsa (diversity), tumbuh menjadi suatu organisasi sosial kemasyarakatan dan sekaligus menjadi identitas bagi masyarakat sipil Kabupaten Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya. Tidak hanya sebagai suporter Persatuan Sepakbola Sleman (PSS) saja, identitas Slemania melekat pada setiap anggotanya kapan dan dimanapun ia berada. Dan hal ini lah yang tanpa mereka sadari bahwa SLEMANIA sebagai cerminan dari organisasi masyarakat sipil juga melaksanakan peran mereka dalam penguatan masyarakat sipil yang demokratis Dan pada akhirnya studi ini memberikan wacana baru bagi para ilmuwan sosial dan politik di Indonesia, bahwa relasi negara dan masyarakat sipil tidak hanya tercermin dari terciptanya masyarakat politik dan masyarakat ekonomi, seperti partai politik dan Lembaga Swadaya Masyarakat saja. Asosiasi atau paguyuban warga seperti Slemania dapat juga dikategorikan sebagai penerapan dari konsep masyarakat sipil yang ada. Mungkin selama ini, studi yang membahas tentang peran organisasi sosial kemasyarakatan dalam penguatan masyarakat sipil sangat jarang dilakukan, sehingga dilupakan keberadaannya.

Kata Kunci : Demokrasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.