Laporkan Masalah

Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Kutai Timur (Studi Tentang Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta)

ANDALINA, Betha Miranti, Betha Miranti Andalina

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh warga negara di Indonesia. Negara mempunyai kewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Ketika kita menyadari hal ini, maka yang terlintas adalah bagaimana kinerja penyelenggara pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit umum daerah dalam melakukan pelayanan sehingga akses masyarakat akan kesehatan terjamin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada para staf RSUD Sangatta, PT. Askes (Persero), Bapemas, dan pihak-pihak yang terkait. Rendahnya kinerja penyelenggara pelayanan keseahtan yaitu RSUD Sangatta disebabkan antara lain masih terdapatnya ketidakadilan dalam penyelenggaraan pelayanan, responsivitas yang masih rendah, dan efisiensi pelayanan yang belum maksimal, serta tidak dianutnya faktor kompetisi oleh RSUD Sangatta juga sangat mempengaruhi pada pelayanan yang ditimbulkan, belum memadainya anggaran untuk mendukung kegiatan pelayanan kesehatan menyeluruh, dan ditambah dengan tidak terlibatnya pihak RSUD dalam pembuatan kebijakan khususnya kebijakan tarif. Secara kuantitas banyak pasien yang menggunakan Askeskin untuk berobat ke RSUD Sangatta, hal ini justru menunjukkan buruknya sistem pelayanan dan proses penentuan kriteria masyarakat miskin (termasuk Askeskin)yang ada. Sebanyak 80% pasien menggunakan Askeskin tapi diantaranya terjadi salah sasaran, banyak dari pasien yang sebenarnya tidak layak masuk dalam kriteria masyarakat miskin karena termasuk masyarakat mampu. Jumlah ini tidak diimbangi dengan banyaknya jumlah pasien umum (hanya sebesar 20% dari total kunjungan) yang berobat ke RSUD Sangatta. Jadi, dapat disimpulkan bahwa masyarakat miskin ’terpaksa’ sehingga tidak punya pilihan lain dan harus berobat ke RSUD agar memperoleh pengobatan kesehatan walaupun pelayanan yang diberikan pada mereka tidak optimal. Dari hasil penelitian ditemukan kenyataan bahwa kinerja RSUD Sangatta dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah sangat rendah. Sangat rendahnya kinerja penyelenggara pelayanan ditandai dengan masih belum optimalnya pelayanan yang dilakukan sebagaimana indikator kinerja yaitu keadilan, responsivitas, dan efisiensi pelayanan. Hal lain yang turut mendukung adalah tidak dijalankannya fungsi promotif dan rehabilitatif oleh rumah sakit karena menganggap itu hanya menjadi tugas dinas kesehatan saja. Belum terdapatnya sistem informasi yang baik tentang prosedur pelayanan kesehatan turut memperburuk keadaan sehingga mengakibatkan kurangnya informasi yang seharusnya diperoleh masyarakat yang berada di 18 kecamatan di Kutai Timur yang letak wilayahnya rata-rata terpencil. Akhirnya, kinerja pelayanan yang belum baik, pelayanan yang kurang tertata baik dan tidak diperhatikannya kualitas pelayanan, serta faktor geografis dan demografi yang ada, turut menyebabkan rasa enggan pada masyarakat termasuk masyarakat miskin (tapi terpaksa) untuk berobat ke RSUD Sangatta. Sesungguhnya, motto TUNAS pada RSUD Sangatta belum tercipta dalam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan untuk menjamin kemudahan masyarakat miskin dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.

Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.