Televisi Sebagai Media Partisipasi ”(Studi Kasus Stasiun Televisi Lokal Pemda Kebumen (Ratih TV) sebagai Media Partisipasi Masyarakat
WIBOWO, Hartantyo Aji, Hartantyo Aji Wibowo
2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Pada era reformasi dan otonomi daerah sekarang, banyak perubahan yang telah terjadi pada kondisi perpolitikan di Indonesia, salah satunya adalah menguatnya peran media massa. Konsepsi ideal otonomi daerah sekarang ini, menitikberatkan adanya partisipasi dan kontrol masyarakat secara lebih luas serta adanya pemberdayaan institusi lokal, seperti media massa lokal dituntut untuk lebih berperan aktif, dalam hal ini mempunyai peran yang sangat strategis dalam penyebaran ide-ide demokrasi di tingkat lokal yakni sebagai pemasok dan menyebarluaskan informasi objektif yang dibutuhkan masyarakat, dalam upaya memfasilitasi pembentukan opini publik dan penentuan sikap masyarakat, serta menempatkan diri sebagai wadah interaksi yang independen di ruang publik. Informasi yang disampaikan media lokal bersifat local message/menyangkut pesan lokal dan proximity/kedekatan dengan khalayak di daerah, karena itu ia mempunyai kelebihan dibandingkan media nasional. Penelitian ini mendeskripsikan bagaimana peran salah satu media massa lokal di Kabupaten Kebumen, yakni Ratih TV Kebumen yang berstatus televisi publik lokal dalam upaya mendorong partisipasi masyarakat di daerah Kebumen. Dengan kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini telah memungkinkan praktek demokrasi berjalan seperti layaknya demokrasi langsung yakni komunikasi interaktif yang bersifat resiprokalitas, dimana semua warga negara bisa berdialog secara interaktif atau diskursif menyampaikan gagasannya, pendapat, kritik kepada pemerintah daerah. Untuk mendukung itu semua diperlukan suatu ruang publik yang bebas dan independen yang difasilitasi oleh Ratih TV yakni berupa program televisi yang bersifat dialog interaktif. Dialog interaktif ini bisa dijadikan sebagai salah satu varian atau alternatif penyampaian dan penyerapan aspirasi masyarakat, disamping mekanisme yang telah ada sebelumnya di daerah seperti musrenbang, dsb. Seharusnya media Ratih TV melalui program dialog interaktifnya lebih berorientasi kepada publik yakni sebagai saluran untuk mewujudkan kehendak dan kepentingan masyarakat Kebumen. Namun masih ada kecenderungan Ratih TV lebih memihak kepentingan pemerintah daerah, dimana seharusnya ia bersikap netral sebagai institusi yang memediasi antara kepentingan masyarakat dengan pemerintah daerah kabupaten Kebumen. Dialog-dialog interaktif ini juga masih dibayangi rentannya jaminan kebebasan masyarakat untuk menyuarakan pendapat tanpa ada upaya sensor atau mengcounter pendapat yang masuk dalam dialog interaktif. Kemudian dari segi teknis, dialog interaktif ini memang terkendala terbatasnya akses dan kemampuan masyarakat terhadap teknologi informasi yang, seperti media televisi, telepon, dan jangkauan siaran yang belum mengkover seluruh wilayah kabupaten Kebumen, sehingga hal ini mengurangi tingkat keefektifan dialog interaktif. Masyarakat pun tidak mempunyai kemampuan dan mendapatkan jaminan bahwa aspirasi benar-benar diakomodasi dan direalisasikan oleh pemerintah daerah, sehingga dalam hal ini partisipasi yang terjadi masih semu atau derajat tokenism.
Kata Kunci : Televisi; Media Partisipasi