Laporkan Masalah

Relasi Tiga Aktor dalam Pengelolaan Parkir di Malioboro; Studi Tentang Relasi Kepentingan antara Pemerintah, Swasta,danMasyarakat dalam Pengelolaan Parkir di Malioboro

PUSPITASARI, Chandra, Chandra Puspitasari

2007 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Kawasan Malioboro merupakan kawasan yang terkenal sebagai landmark Kota Yogyakarta. Malioboro sendiri memiliki karakter khas sebagai pusat pertumbuhan kota yang beda dengan kota-kota lainnya. Sebagai pusat pertumbuhan kota, perkembangan dan kemajuan kawasan Malioboro di bidang sosial dan ekonomi yang pesat dari dahulu sampai sekarang tidak bisa lepas dari peranan pola perencanaan dan penggunaan tata ruang para pelaku didalamnya dengan berbagai kepentingan yang menyertainya. Interaksi dari para pelaku beserta kepentingan mengokohkan citra Malioboro sebagai ruang multifungsi aktivitas sosial, politik, ekonomi dan budaya. Perhatian pada kawasan Malioboro telah banyak dilakukan oleh semua pihak, terutama pada masa sekarang. Perubahan tata ruang dalam kawasan Malioboro menjadi semrawut akibat desakan aktivitas sosial ekonomi yang pesat dengan kapasitas luas ruang yang tetap. Hal ini juga berlaku pada penataan parkir di kawasan Malioboro. Penataan parkir yang memiliki aset ekonomi yang tinggi terutama juga menyumbang pendapatan asli daerah bagi Kota Yogyakarta merupakan fenomena sekaligus fakta yang menarik dalam pandangan ilmu sosial dan politik. Penelitian ini menggambarkan dinamika relasi para pelaku dalam pengelolaan parkir di kawasan Malioboro. Pola governance yang mengartikan adanya mekanisme tata pemerintahan yang melibatkan antar pelaku dari sektor swasta, pemerintah dan masyarakat. Dan dalam pengelolaan parkir sendiri melibatkan kompleksitas dari bentuk kepentingan dan strategi pelaku baik dari swasta, pemerintah dan masyarakat untuk membangun relasi. Melihat relasi para pelaku dengan batasan-batasan prinsip dan kerangka pengelolaan relasi yang dibangun sehingga menghasilkan gambaran yang lebih mendalam mengenai bentuk relasi yang sesungguhnya terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pengelolaan parkir dikawasan Malioboro hanya merupakan salah satu dari beragamnya persoalaan publik yang harus diselesaikan bersama antara swasta, pemerintah dan masyarakat. Proses dan mekanisme relasi yang dibangun dengan keterlibatan swasta, pemerintah dan masyarakat dalam penanganan persoalan-persoalan publik dapat disebut governance. Analisa governance dalam pengelolaan parkir di kawasan Malioboro menunjukkan bahwa relasi yang dibangun atas governance ada limitasi (the limit of governance). Limitasi ini meliputi; adanya distrust, patronase, transaksional dan broker yang muncul sejalan dengan menguatnya “mekanisme birokrasi informal” yang ada sebelum intervensi pemerintah masuk dalam sistem pengelolaan parkir. Selain itu rendahnya trust pada pemerintah disebabkan oleh buruknya image pemerintah dalam masyarakat.

Kata Kunci : Ruang Publik; Perparkiran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.