Gaya Kepemimpinan Kiai dalam Pesantren (Studi Kasusu di PP Hasyim Asyari Yogyakarta)
KURNIAWAN, Mohammad, Mohammad Kurniawan
2007 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Menurut berbagai hasil kajian maupun penelitian, kebanyakan menyimpulkan bahwa Kiai sebagai sosok pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan otoriter terhadap pesantrennya. Konsep kepemimpinan tunggal memberikan Kiai kekuasaan dan kewenangan yang seakan tanpa batas. Ia leluasa membuat keputusan tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Bahkan, keputusan yang dibuat oleh Dewan Pengurus menjadi tidak berarti manakala dihadapkan pada kewenangan Kiai. Kondisi demikian pada akhirnya menutup kesempatan anggota komunitas pesantren untuk turut serta dalam penentuan keputusan. Otoritas Kiai semakin kuat dan terlegitimasi oleh pengikutnya karena didukung oleh aspek keistimewaan pribadi dan sistem nilai yang melingkupinya. Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari yang berada di pinggiran Kota Yogyakarta menunjukkan fenomena yang berbeda dari kesimpulan berbagai kajian di atas. Kiai Zainal Arifin Thoha, pengasuhnya, memimpin pesantren dengan berusaha melibatkan santri dan pengurus dalam penentuan keputusan pesantren. Ia memperlihatkan bahwa Kiai juga bisa menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dengan melibatkan partisipasi bawahannya untuk menghasilkan suatu keputusan. Mengkaji karakter yang melekat pada pesantren, termasuk aspek kepemimpinannya,tidak bisa lepas dari menilik perjalanan yang telah dilampauinya. Artinya, sisi historis perlu mendapatkan porsi yang cukup untuk turut serta dijadikan landasan kajian terhadap suatu lembaga sosial, pesantren di antaranya. Demikian pula, sebagai salah satu lembaga tradisional,maka sistem nilai yang berkembang di dalamnya juga perlu mendapat perlakuan yang sama.Hasil penelitian ini menunjukkan, terdapat variasi gaya kepemimpinan yang diterapkan Kiai Pengsuh PP. Hasyim Asy’ari Yogyakarta. Dalam beberapa hal yang sifatnya strategis terhadap kehidupan maupun misi pesantren, Kiai Zainal cenderung menggunakan otoritasnya secara kuat untuk menentukan keputusan. Ini dilakukan sebagai salah satu upaya menjaga proses yang berjalan agar sesuai dengan prinsip maupun visi yang telah ditetapkan. Sedangkan dalam ranah yang merupakan sosialisasi dari prinsip dasar pesantren, Kiai Zainal member ruang yang cukup luas bagi bawahannya (santri, pengurus pondok, ustadz) untuk berpartisipasi dalam menentukan keputusan. Proses demokrasi yang hidup di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Yogyakarta bukan berarti lembaga tersebut mengekor kepada pandangan yang dianut oleh masyarakat Barat, tempat ide demokrasi berasal. Namun, kepemimpinan demokratis yang dijalankan Kiai Zainal menggunakan landasan-landasan tertentu yang lebih berbasis pada nilai-nilai relijius dan etika. Maka, bagaimana mekanisme demokrasi tersebut diterapkan juga tidak tunduk pada model penerapan demokrasi ala Barat.
Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan; Pesantren