Laporkan Masalah

Kehidupan Wanita Buruh Lepas dalam Perekonomian Keluarga Pasca Kenaikan Harga BBM (Studi tentang Wanita Buruh Lepas pada Industri Kerajinan Anyaman Agel di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo

SISWATI, SIswati

2006 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Keterbatasan lapangan usaha di sektor pertanian telah menyebabkan munculnya usaha-usaha di luar sektor pertanian di pedesaan. Industri kerajinan anyaman agel merupakan salah satu usaha di luar sektor pertanian yang berkembang di desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Keberadaan industri ini memberikan peluang kerja bagi wanita dari keluarga miskin di desa ini meskipun hanya sebagai buruh lepas. Menjadi buruh memang merupakan pekerjaan yang mudah dimasuki karena tidak memerlukan pendidikan dan keahlian yang tinggi. Adanya kenaikan harga BBM yang berdampak pada kenaikan harga-harga barang kebutuhan tentunya akan mempengaruhi perekonomian keluarga wanita buruh lepas sebagai keluarga miskin. Penelitian ini difokuskan pada wanita buruh lepas penganyam agel di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini ditujukan untuk 1) Mendeskripsikan kehidupan wanita buruh, 2) mengetahui peranan wanita buruh dalam perekonomian keluarga dan 3) mengetahui dampak kenaikan harga BBM terhadap perekonomian keluarga wanita buruh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah wanita buruh lepas penganyam agel,suami, pengusaha dan staf urusan kesejahteraan rakyat. Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan data yang digunakan adalah triangulasi, konfirmabilita dan referensi yang cukup. Sedangkan analisa data dilakukan dengan cara mereduksi data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian keadaaan ekonomi keluarga wanita buruh lepas pada dasarnya merupakan keluarga miskin. Faktor utama yang melatarbelakangi wanita ikut terlibat dalam pencarian nafkah keluarga karena suami sebagai pencari nafkah utama mempunyai pekerjaan yang tidak tetap sehingga pendapatan yang dihasilkan juga tidak tetap. Hal ini menyebabkan istri mempunyai peran ganda yaitu sebagai pengelola rumah tangga (aktivitas domestik) dan juga terlibat dalam usaha pencarian nafkah keluarga (aktivitas produktif). Menjadi buruh lepas penganyam agel merupakan pekerjaan yang banyak dimasuki oleh wanita di pedesaan karena dengan sistem borongan dan pekerjaan dikerjakan dirumah pekerja. Walaupun pekerjaan ini memberikan peluang pekerjaan bagi wanita namun pada dasarnya sistem ini cenderung menguntungkan pengusaha. Adanya kenaikan harga BBM semakin mempersulit kehidupan keluarga wanita buruh lepas karena menyebabkan pengeluaran keluarga menjadi bertambah banyak sedangkan pendapatan riil relatif tetap. Dengan kondisi ini, implikasi yang terjadi adalah penghematan dan pengurangan anggaran rumah tangga, anak sebagai pendukung perekonomian keluarga dan beban istri yang semakin berat. Adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai dana kompensasi terhadap keluarga tidak mampu ternyata justru menimbulkan kecemburuan dalam masyarakat dan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan.

Kata Kunci : Tenega Kerja: Gender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.