Profesionalisme Guru dalam Proses Pembelajaran (Studi kasus peningkatan prestasi siswa di SMPN 5 Yogyakarta)
WIDYASTUTIK, Eny Nur Cahyani, Eny Nur Cahyani Widyastutik
2007 | Skripsi | SosiologiGuru sebagai praksis pendidikan utama dalam pendidikan formal memiliki tanggung jawab besar di sekolah. Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya dalam menentukan berhasil-tidaknya peserta didik dalam belajar. Oleh karena itu profesionalisme guru mutlak ditingkatkan untuk melakukan kerjasama dalam rangka meningkatkan mutu pengajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab masalah bagaimana upaya guru meningkatkan profesionalisme dalam proses pembelajaran guna mendukung keberhasilan prestasi siswa secara optimal dalam rangka memenuhi kompetensi lulusan? Penelitian ini dilakukan di SMPN 5 Yogyakarta sebagai sekolah yang mendapat peringkat pertama di kodya Yogyakarta dan peringkat kedua tingkat propinsi DIY setelah SMPN 1 Pakem Sleman. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif studi kasus. Data diperoleh dari studi pustaka dan data sekunder lainnya, observasi, dan wawancara dengan 21 guru sebagai informan yang memberikan penjelasan-penjelasan tentang tugas dan peran guru dalam upaya meningkatkan profesionalismenya. Siswa kelas IX yang dianggap telah dapat mengemukakan alasan yang lebih terstruktur atas apa yang mereka rasakan selama tiga tahun menjadi siswa SMPN 5 Yogyakarta sehingga mereka dapat memberikan penilaian/pendapat yang lebih rinci atas perlakuan gurunya sebanyak 30 siswa. Kepala sekolah juga memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pedoman pelaksanaan Kompetensi Profesionalisme Guru dan Profesionalisme Guru itu sendiri didukung dengan data-data administratif yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru SMPN 5 Yogyakarta telah melakukan berbagai upaya untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dalam proses pembelajaran guna mendukung keberhasilan prestasi siswa secara optimal dalam rangka memenuhi kompetensi lulusan. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan guru-guru SMPN 5 termasuk ideal dalam hal menguasai bahan pelajaran, menyusun program pengajaran, melaksanakan program pengajaran, serta menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Selain itu ditunjang dengan Keterampilan Dasar Mengajar yang telah dikuasai oleh sebagian besar guru SMPN 5 baik yang berstatus sebagai guru tetap, guru tidak tetap, maupun guru kontrak. Keterampilan Dasar Mengajar tersebut antara lain: keterampilan bertanya dasar dan lanjutan, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan mengelola kelas, keterampilan menjelaskan, dan keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Semua hal tersebut di atas diperoleh oleh guru dengan mengakses informasi dan teknologi ilmu pengetahuan yang paling mutakhir untuk kemudian ditransfer kepada siswa, buku pedoman (juklak) KD, dan keikutsertaan guru dalam event-event edukasi seperti penataran, workshop, pelatihan, diklat pendidikan, bahkan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S2). Namun faktor lain juga menentukan dalam proses pembelajaran yang terjadi di SMPN 5 Yogyakarta yaitu relasi yang dibangun antar komponen sekolah baik relasi kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru lain, dan guru dengan siswa. Relasi yang berlangsung selama ini berjalan fleksibel sehingga tercipta iklim sekolah yang dinamis. Komitmen siswa untuk berprestasi cukup tinggi meskipun disiplin sekolah ternyata kurang. Keikutsertaan di lembaga bimbingan belajar juga diakui sebagai media yang membantu peningkatan prestasi siswa.
Kata Kunci : Pendidikan; Guru