Metroseksual dan Gaya Hidup Remaja Urban (Studi tentang perkembangan kapitalisme dan citra modern di kalangan mahasiswa)
NUGRAHENI, Marlintu, Marlintu Nugraheni
2007 | Skripsi | SosiologiBerkembangnya pusat-pusat hiburan dan pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai macam bentuk kepuasan telah memunculkan gaya hidup baru di tengah masyarakat. Bisnis kecantikan yang menjanjikan serangkaian produk perawatan tubuh, seperti salon, spa, maupun pusat kebugaran merupakan salah satu imbas dari perkembangan industri kebudayaan modern. Di sisi lain industri budaya telah menciptakan suatu tren di kalangan kaum pria modern yang lebih intensif dalam memperhatikan perawatan tubuh. Tren tersebut dikenal dengan istilah metroseksual. Munculnya tren metroseksual secara tidak langsung telah menggeser konstruksi sosial tentang nilai-nilai maskulinitas seorang pria yang telah ada dalam masyarakat. Istilah metroseksual memang hanya terbatas pada golongan laki-laki dengan tingkat ekonomi yang sudah mapan dengan pengertian kebutuhan utama mereka sudah terpenuhi sehingga mereka memiliki waktu senggang untuk memenuhi kebutuhan akan hiburan, atau dengan istilah lain metroseksual merupakan salah satu alat pemuas kebutuhan masyarakat modern. Menjadi metroseksual adalah menjadi sosok yang senantiasa memperhatikan penampilan, baik dalam fashion maupun dalam bertingkah laku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Fenomenologi digunakan dengan tujuan untuk bisa memahami fenomena sosial dari sudut pandang para aktor sendiri. Bagaimana mereka menginterpretasikan pengalaman mereka sedemikian rupa sehingga mereka mengerti apa dan bagaimana suatu pengertian yang dikembangkan oleh mereka di sekitar peristiwa dalam kehidupanya sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan terlibat atau observasi partisipan dan wawancara mendalam (indepth interview). Sedangkan pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu mengambil sampel dari populasi mahasiswa yang menjadikan “Larissa Skin Care & Hair Treatment” sebagai tempat perawatan tubuh. Pada perkembangannya, metroseksual menjadi salah satu tren yang banyak diikuti remaja. Metroseksual di kalangan remaja lebih menekankan penampilan fisik pada model rambut dan pakaian yang lebih mencirikan gaya anak muda. Sedangkan untuk perawatan tubuh pada umumnya remaja hanya sebatas melakukan facial dan fitness. Pada dasarnya remaja hanya melihat dan meniru sesuai kapasitas mereka sebagai anak muda yang selalu ingin mencoba dan berusaha tampil beda. Tren metroseksual yang menjadi bagian dari gaya hidup dapat dilihat secara umum bahwa masyarakat semakin concern terhadap perawatan kesehatan, pembentukan, dan penampilan tubuh. Penampilan seseorang menjadi salah satu syarat atau faktor dominan di dalam pertukaran sosial. Gaya hidup selanjutnya menjadi media untuk mengekspresikan diri dalam membentuk identitas ataupun untuk mendapatkan eksistensi di tengah masyarakat massa (mass society).
Kata Kunci : Gaya Hidup; Metroseksual; Remaja