Laporkan Masalah

Bercerai dan Bertahan sebagai Pilihan Keputusan Terhadap Tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga Studi kasus: Pada kasus-kasus yang ditangani oleh LSM Sahabat Perempuan Muntilan - Jawa Tengah

BASYARUDDIN, Nanang Hanif, Nanang Hanif Basyaruddin

2005 | Skripsi | Sosiologi

strategi survive menjadi tahapan konsentrasi untuk emah interpretatif understanding) Konflik keluarga yang berakhir dengan terjadinya kekerasan pada salah satu pihak (perempuan) berdampak besar pada perubahan sikap berupa keputusan untuk bercerai atau bertahan/mempertahankan keluarga. Latar belakang keputusan untuk menikah, persoalan yang memicu konflik keluarga, langkah-langkah perempuan korban KDRT menghadapi persoalan, dasar-dasar pertimbangan keputusan, resiko-resiko, dan mami dinamika KDRT. Tujuan penelitian adalah mengetahui latarbelakang pertimbangan bercerai dan mempertahankan keluarga, kemudian melihat strategi survive yang dilakukan oleh perempuan korban KDRT. Wawancara, partisipasi terbatas, purposive Sample dalam penelitian kualitatif merupakan bagian metode untuk menghasilkan informasi-informasi deskriptif. Informan yang dipilih adalah perempuan korban KDRT yang kasusnya didampingi Sahabat Perempuan Muntilan, Analisa penelitian menggunakan paradigma definisi sosial ( action theory, Rasional Choice Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah transisi (rural urban) dengan tingginya tuntutan hidup yang tidak diimbangi dengan akses ekonomi karena rendahnya pendidikan telah memunculkan banyak persoalan. Termasuk didalamnya Family Disorganization yang berakhir dengan terjadinya KDRT yang menyudutkan perempuan pada pilihan bercerai atau mempertahankan keluarga. Bercerai, bertahan, mempertahankan keluarga dipengaruhi oleh akumulasi, tingkat kekerasan dan bentuk kekerasan yang dialami oleh korban. Termasuk didalamnya pola fikir dan pemahaman korban terhadap diri dan sesuatu yang berada di luar dirinya, baik itu anak maupun lingkungan sosial disakitarnya. Tingkat pendidikan turut memberikan kontribusi, terlihat dari pola penyelesaian masalah. Hal khusus hasil penelitian ini adalah keberaadaan keluarga selaput kosong sebagai dampak dari kekerasan dalam rumahtangga. Komplesitas kekerasan, Kualitas kekerasan, dukungan keluarga, Kondisi Ekonomi keberadaan anak dan resiko yang harus dihadapi mendasari terjadinya deferensiasi latar belakang keputusan yang dipilih sebagai bentuk keputusan atas kekerasan yang dialami oleh perempuan korban Kekerasan dalam Rumahtangga.

Kata Kunci : Perceraian; Kekerasan Rumah Tangga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.