Tubuh Pria dalam Bingkai Majalah Perempuan (Analisis Semiotika Visual tentang Representasi Tubuh Maskulin dalam Rubrik Man Manual di Majalah Cosmopolitan Indonesia)
SINURAT, Maria Serenade, Maria Serenade Sinurat
2006 | Skripsi | Ilmu KomunikasiStudi maskulinitas seringkali terabaikan dalam studi gender di media massa. Hal ini dikarenakan maskulinitas dianggap sebagai identitas yang mapan.Kenyataannya, maskulinitas terus berubah mengikuti gerak femininitas.Transformasi identitas maskulin secara spontan menguak perkara tubuh fisik. Di tengah ledakan produksi citra di media massa, tampilan fisik mengambil alih identitas diri. Hal ini diikuti dengan bangkitnya kesadaran atas tubuh sebagai tampilan luar. Bukan hanya perempuan, pria juga turut tersapu dalam euforia citra tubuh. Kesadaran ini justru menciptakan kegelisahan atas tubuh bagi manusia modern. Pria jaman sekarang tidak lagi canggung melakukan perombakan pada tubuh. Wacana pemujaan tubuh menjadikan pria sebagai subjek sekaligus objek konsumsi. Representasi tubuh pria juga semakin jamak ditemukan di majalah pria dan majalah perempuan. Konsekuensi dari budaya visual di media massa adalah munculnya relasi dalam menatap. Relasi tatap dalam budaya patriarkal selalu menempatkan perempuan sebagai objek. Cosmopolitan, majalah perempuan dengan konsep femininitas baru, mencoba mematahkan premis itu. Tubuh pria dalam lembar Cosmopolitan justru ditelanjangi dan dibingkai dalam perspektif female gaze. Penelitian kualitatif ini menggunakan analisis semiotika untuk membongkar tanda visual di media Cosmopolitan. Tanda visual itu berupa tubuh telanjang pria yang dilekatkan dengan citra maskulin. Pembacaan tanda yang diperoleh pada tataran mitos terkait dengan wacana gender, seksualitas, dan relasi tatap. Dengan menganalisa elemen-elemen visual diperoleh poin-poin yang menjelaskan representasi tubuh maskulin dalam perspektif female gaze. Cosmopolitan sebagai situs perjuangan perempuan cenderung membingkai tubuh pria demi memenuhi fantasi pembacanya atas roman heteroseksual (heterosexual romance). Konsekuensi lain dari feminisasi tubuh pria adalah teks cenderung bermuatan homoerotik. Pembalikan premis menatap gagal membebaskan perempuan dari tabu-tabu dalam menatap.
Kata Kunci : Majalah; Gender