Laporkan Masalah

Pengaruh Gereja dalam Membentuk Partisipasi Politik Mahasiswa Kristen Penelitian terhadap aliran-aliran dalam Gereja Kristen Protestan di wilayah Kodya Yogyakarta

PRATOMO, Hernadi, Hernadi Pratomo

2006 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Di tengah era pragmatisme sekarang ini, kehidupan mahasiswa semakin jauh dari peran dan fungsi normatif mereka sebagai agen perubahan, hal yang sama juga berlaku untuk mahasiswa Kristen. Mahasiswa Kristen tidak mampu tampil untuk memenuhi peran sosial yang diharapkan oleh lingkungannya. Ketika dilihat secara mendalam hal ini tidak hanya disebabkan oleh pengaruh jaman dan arus budaya hedonisme yang sedang menjadi trend, tetapi ada faktor-faktor internal dari mahasiswa Kristen sendiri, faktor religius menjadi salah satu sebab utama yang menjadikan mahasiswa Kristen tidak mampu memenuhi peran normatif yang disandangnya. Munculnya keadaan ini dapat dijelaskan ketika kita melakukan pelacakan kedalam sisi religius dari mahasiswa Kristen, yaitu Kristen sebagai suatu sistem keagamaan, lengkap dengan perangkat aturan yang ada didalamnya termasuk aturan yang berhubungan dengan posisi dan peran mahasiswa Kristen terhadap dunia. Aturan yang termaktub dalam dogma-dogma religius ini akan berperan signifikan dalam membentuk perilaku mahasiswa Kristen, terutama dalam kaitan dengan posisi dan peran normatif mereka di dunia sebagai aktor utama non-negara yang diharapkan mampu menciptakan perubahan demi terciptanya kebaikan bersama . Dalam tubuh Kristen sendiri terdapat banyak sekali percabangan dan aliran-aliran, dalam bahasa theologi aliran ini mendapat penamaan yang khas yaitu ‘denominasi’. Pada prakteknya denominasi mempunyai doktrin atau dogma sendiri mengenai kehidupan dan aspek duniawi lainnya. Sebagai umat dari denominasi tersebut mahasiswa Kristen akan tunduk kepada dogma dan doktrin tersebut, hal ini akan mempengaruhi pola penyikapan mereka terhadap dunia dan pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana mereka memandang dan menyikapi panggilan untuk menjadi ‘agen perubahan’ sebagaimana yang diharapkan oleh lingkungan. Dalam kapasitas sebagai mahasiswa panggilan untuk menjadi ‘agen perubahan’ sering dikaitkan atau dilihat dari dinamika politik atau partisipasi politik yang dilakukan mahasiswa tersebut. Dalam konteks mahasiswa Kristen pola jawab terhadap panggilan untuk menjadi ‘agen perubahan’ akan dilihat dari partisipasi politik yang sudah dipengaruhi oleh denominasi gereja tempat mereka bernaung melalui dogma dan doktrin dari denominasi tersebut. Kedudukan dan posisi dari denominasi gereja dalam memberi pengaruh terhadap partisipasi politik mahasiswa Kristen akan sangat dipengaruhi oleh negara atau rezim yang berkuasa dalam mengelola perpolitikan di suatu negara. Di Indonesia pola pengelolaan negara selama 30 tahun terakhir akan mendapat perhatian dalam skripsi ini karena hal itu berpengaruh terhadap denominasi gereja dalam memaknai politik maupun bagi mahasiswa Kristen melakukan dalam partisipasi politik.

Kata Kunci : Partispasi Politik; Gereja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.