Laporkan Masalah

Strategi Peningkatan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Banyuwangi

PRATIWI, Dhian Rahayu, Dhian Rahayu Pratiwi

2006 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Ciri utama yang menunjukkan suatu daerah otonom mampu berotonomi terletak pada kemampuan keuangan daerah. Daerah otonom harus memiliki kewenangan dan kemampuan untuk menggali sumber-sumber keuangan sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang cukup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerahnya. Ketergantungan kepada pemerintah pusat harus seminimal mungkin sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi sumber keuangan terbesar yang didukung oleh kebijakan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber penerimaan daerah. Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1999 dan UU No. 33 tahun 2004, PBB merupakan salah satu sumber dana perimbangan. Namun demikian, kontribusi PBB terhadap penerimaan daerah Kabupaten Banyuwangi hingga saat ini belum menunjukkan angka yang menggembirakan. PBB masih mengalami tunggakan setiap tahunnya sehingga pemasukan PBB ke kas daerah belum optimal. Penerimaan PBB Kabupaten Banyuwangi khususnya sektor pedesaan dan perkotaan mulaitahun 2002 sampai tahun 2005 berturut-turut sebesar Rp.7.354.481.470 atau 87,88% ;Rp.6.031.284.887 atau 79,13%; Rp.8.016.132.988 atau 79,60% dan Rp.9.203.818.452 atau 84,56%. Tunggakan yang terjadi tiap tahunnya terus meningkat bahkan pada tahun 2005 mencapai 51,26%.Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Banyuwangi perlu merumuskan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan PBB. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang mengambil kasus di Kabupaten Banyuwangi. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi serta data sekunder yang diperoleh dari data kepustakaan dan data-data sekunder lain yang terkait dengan PBB. Analisis yang dilakukan menggunakan analisis kualitatif dan proses analisis mengacu pada proses perencanaan strategis John M. Bryson. Analisis terhadap isu-isu strategis pada lingkungan internal dan eksternal adalah langkah penting untuk dapat merumuskan strategi alternatif yang tepat dalam meningkatkan penerimaan PBB. Perumusan strategi dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan konsep perencanaan strategis yang dikemukakan Bryson. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kajian Bryson tepat diterapkan untuk organisasi sosial dan instansi pemerintah serta karena tahaptahapnya yang jelas. Dari hasil analisis yang dilakukan terhadap lingkungan internal dan eksternal, penelitian ini berhasil merumuskan strategi-strategi alternatif dalam meningkatkan penerimaan PBB Kabupaten Banyuwangi. Strategi-strategi tersebut dirumuskan berdasarkan kondisi yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Penetapan NJOP yang tidak sesuai dengan harga pasar, pengelolaan PBB yang belum terkomputerisasi, kurang akuratnya data tentang PBB serta masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar PBB merupakan permasalahan utama yang menghambat upaya peningkatan penerimaan PBB selama ini. Berdasarkan kondisi tersebut, maka strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penerimaan PBB meliputi 1) kenaikan NJOP, 2) komputerisasi PBB, 3) peremajaan data PBB dan 4) peningkatan kesadaran wajib pajak. Pelaksanaan strategi tersebut membutuhkan adanya dukungan dan komitmen dari semua pihak yang terkait dengan PBB ini.

Kata Kunci : Pajak Bumi dan Bangunan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.