Evaluasi Program Gerakan Sayang Ibu di Kabupaten Bantul
BUDIANTO, Eko, Deka Budianto
2006 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia pemerintah, pada tahun 1996, telah mencanangkan program Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang tujuan utamanya mempercepat penurunan AKI sampai 50% pada tahun 2000. Program GSI adalah program yang pelaksanaannya dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat melalui wadahnya yang dinamakan POKJATAP GSI. Program GSI di Kabupaten Bantul sudah mulai dijalankan sejak tahun 1997, namun meskipun demikian pada waktu itu belum ada kebijakan pemda Bantul yang mengaturnya.Baru pada tahun 2003 pemerintah Kabupaten Bantul menunjukkan dukungan dan komitmennya terhadap GSI dengan telah dikeluarkannya SK Instruksi Bupati No. 01/2003 dan di teruskan dengan SK Bupati No. 228/2003. Oleh karena itu melalui penelitian ini akan dievaluasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program GSI di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi yang akan dipaparkan secara deskriptif tentang pencapai hasil atas program yang telah dilaksanakan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Data-data yang diperoleh melalui wawancara (tape recorder) dan dokumen resmi lainnya digunakan untuk memberikan gambaran tentang penelitian ini. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan menekankan pada keberhasilan program dan faktor-faktor yang mempengaruh keberhasilan program dengan menggunakan indikator keberhasilan program dan variabel-variabel yang mempengaruhi keberhasilan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan program GSI di Kabupaten Bantul masih rendah oleh karena adanya kendala-kendala di dalam pelaksanaanya, yaitu: komitmen politis pemerintah setempat yang masih rendah, koordinasi yang belum optimal, dan partisipasi masyarakat yang masih rendah karena intensitas sosialisasi program yang masih sangat kurang. Meskipun demikian perlu dicatat bahwa program GSI yang telah dilaksanakan selama ini telah memberikan dampak yang positif, yakni: pola pemeriksaan kehamilan yang sudah baik, pola pelayanan kesehatan kehamilan yang sudah baik dan meningkatnya kepedulian kaum pria/suami terhadap ibu/isteri yang sedang hamil hingga melahirkan dan sampai masa nifas. Pada bagian akhir dari penelitian ini juga disarankan agar Pemda Kabupaten Bantul melakukan pembinaan dan pendampingan secara bertahap untuk mengaktifkan Satgas GSI Kecamatan yang belum aktif, termasuk penyelenggaraan Gemasnya. Selain itu perlu adanya pengawasan atau evaluasi pada saat pertemuan/ koordinasi. Rapat koordinasi hendaknya dilaksanakan secara rutin dengan jadwal yang sudah pasti. Di dalam rapat koordinasi fungsi informasi, komunikasi, dan evaluasinya hendaklah lebih dioptimalkan lagi, agar pencapaiam target lebih terkontrol dan transparan. Sosialisasi program GSI ini dapat lebih ditingkatkan melalui perlombaan yang berkaitan dengan GSI dan Gemas yang sifatnya intern/lokal.
Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan