Laporkan Masalah

Loyalitas Daerah (faktor-faktor daerah yang kaya sumber daya alam tidak melakukan pemberontakan; studi penelitian eksploratif di Sumatera Selatan)

NEGARA, Panji Patria, Panji Patria Negara

2008 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Munculnya ketimpangan antara pusat dan daerah akibat perimbangan keuangan yang tidak seimbang, terutama dalam bagi hasil kekayaan alam, menyebabkan munculnya gejolak di beberapa daerah. Daerah-daerah kaya seperti Aceh, Riau, Kalimantan Timur dan Papua ingin memisahkan diri dari NKRI. Potensi sumber daya alam yang melimpah menjadi alasan bagi daerah-daerah tersebut untuk berdiri sendiri. Di tengah munculnya berbagai pemberontakan tersebut, Sumatera Selatan yang juga termasuk dalam kategori daerah kaya, tidak melakukan hal serupa. Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan yang menarik. Mengapa? Dari hasil uji telaah deskriptif eksploratif, ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Sumatera Selatan tetap loyal. Pertama, sejarah panjang dominasi elit Sumatera Selatan yang menyebabkan struktur masyarakat Sumatera Selatan bersifat sangat elitis. Kedua, tidak adanya elit Sumatera Selatan yang memobilisasi massa untuk melakukan suatu gerakan. Ketiga, tipikal masyarakat Sumatera Selatan yang klientalistik sudah menganggap cukup bahwa absorsi elit mereka di pentas politik nasional sebagai representasi bagi diri mereka sendiri. Sejarah panjang peranan elit Sumatera Selatan sudah terjadi sejak lama. Menjelmanya Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan terbesar Indonesia tidak terlepas dari peranan elitnya. Peran vital elit mereka semakin terlihat saat pemberontakan PRRI-Permesta melanda Sumatera Selatan. Pada awalnya Sumatera Selatan termasuk dalam keanggotaan PRRI-Permesta. Namun seiring dengan makin ekstrimnya tuntutan dari PRRI-Permesta: membentuk pemerintah tandingan, akhirnya Sumatera Selatan keluar dari keikutsertaannya dalam PRRI-Permesta. Bersama-sama dengan pasukan TNI pusat, Sumatera Selatan bahu-membahu menumpas pemberontakan PRRI-Permesta di kawasan Sumatera. Sejarah panjang tersebut membentuk struktur masyarakat Sumatera Selatan menjadi sangat elitis. Elit menjadi titik sentral dalam penentuan arah perkembangan Sumatera Selatan. Sifat elitis tersebut semakin lengkap karena di dukung oleh hubungan patron-klien yang kuat dalam diri Sumatera Selatan. Masyarakat Sumatera Selatan sudah merasa cukup dengan perwakilan elit mereka di pentas politik nasional. Mereka menganggap bahwa representasi elit tersebut sebagai akses mereka ke pemerintah pusat. Dengan kata lain, akses politik Sumatera Selatan ke nasional sudah tercukupi manakala absorsi elit daerah ke pusat sudah terlembaga dengan baik. Oleh sebab itu, loyalnya Sumatera Selatan tidak bisa lepas dari peranan elit mereka. Elitlah yang memberi warna perpolitikan di Sumatera Selatan. Bergejolak atau tidaknya Sumatera Selatan amat bergantung dengan ada atau tidaknya elit mereka yang melakukan sekuritisasi, -proses elit driven movement-. Memang sampai saat ini, proses sekuritisasi masih belum berlangsung. Elit Sumatera Selatan masih merasa belum mempunyai kepentingan untuk melakukan itu. Dan bisa juga karena kepentingan mereka sudah terpenuhi dengan baik. Itulah sebabnya mengapa sampai saat ini Sumatera Selatan masih tetap loyal

Kata Kunci : Otonomi Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.