Laporkan Masalah

Penanganan Masalah Penyalahgunaan Narkoba (Studi tentang Kerjasama Antar Stakeholder dalam Penanganan Masalah Penyalahgunaan Narkoba di DIY)

NARU, Agustinus, Agustinus Naru

2006 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Yogyakarta dengan berbagai predikat yang dimilikinya menghantarkan daerah ini tidak hanya dikenal dalam negeri saja namun sudah dikenal dimata internasional. Yogyakarta menjadi tempat yang aman baik untuk berwisata maupun melanjutkan pendidikan. Namun dibalik itu semua kita cukup dikagetkan dengan laporan Kepolisian Repoblik Indonesia yang menyebutkan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan tempat yang potensial untuk perdagangan narkoba. Yogyakarta merupakan tempat yang paling rawan narkoba setelah Jakarta dan Medan. Pengedaran narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah mencapai tingkat yang sangat menghawatirkan dimana pengedaran bukan hanya dilakukan oleh bandar-bandar besar saja tetapi telah merasuki anak-anak usia sekolah tahun 2004 setidaknya ada lima kasus yang melibatkan pelajar. Permasalahan narkoba seperti fenomena gunung es yang tampak di permukaan, bagian kecilnya saja. Dari lima orang pelajar yang tertangkap setidaknya ada 10 orang lagi yang belum terungkap, berarti ada 50 orang pelajar yang mengkonsumsi narkoba ini terjadi hanya dalam kurun waktu setahun. Beberapa orang tua mulai saling menyalahkan, tidak percaya karena mereka keluarga baik-baik, ada yang merenung, menyerah, menangis, histeris, setelah mengetahui anaknya kecanduan narkoba. Dalam kurun waktu antara 2000 sampai 2004, kasus penyalahgunaan narkoba terus mengalami peningkatan. Dan yang sangat menarik dari jumlah yang ada 50%nya adalah mahasiswa. Akan kemanakah arah pembangunan bangsa ini jika yang akan mengisi pembangunan adalah pecandu narkoba. Dimanakah peran pemerintah, (LSM) Lembaga Swadaya Masyarakat, pemuka agama, tokoh masyarakat, sekolah dan berbagai elemen masyarakat yang memerangi masalah penyalahgunaan narkoba. Keseriusan Stakeholders narkoba dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta, apakah ada sinergi antara stakeholder yang satu dengan stakeholder yang lainnya. Hubungan sinergi antar Stakeholders narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta secara struktural sudah tertata dengan baik namun masih mengalami kendala dalam proses penerjemahan tugas dan fungsi masing-masing stakeholder dalam prose penanganan masalah narkoba. Badan koordinasi penanganan masalah narkoba (BNP) tidak memiliki program kusus penanganan namun menjadikan penanganan masalah narkoba sebagai program bersama. Namun kerjasama yang sinergi masih sangat struktural dan sangat membutuhkan pembenahan

Kata Kunci : Narkoba


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.