Laporkan Masalah

Partisipasi Santri Terhadap Partai Politik (Studi tentang Partisipasi Santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Terhadap Partai Kebangkitan Bangsa di Sewon Bantul Yogyakarta)

SUCIPTO, Edi, Edi Sucipto

2006 | Skripsi | Sosiologi

Seiring dengan kemajuan jaman dan kemajuan pendidikan modern saat ini, pondok pesantren termasuk lembaga pendidikan yang paling tua di negeri ini, eksistensi lembaga pendidiakan pesantren tersebut di barengi dengan modernisasi sistem pendidikan pesantren itu sendiri, sepeti adanya pelajaran-pelajaran umum yang ada di lembaga pendidikan modern seperti ( sekolah ) Fenomena lain yang menarik di pesantren adalah keterlibatan lembaga ini dalam dunia politik praktis. Pemilu 1999 dan 2004 menjadi bukti keterlibatan pesantren dalam dunia politik, dimana lembaga ini punya andil besar dalam menyukseskan PKB menempati urutan 3 besar perolehan suara secara nasional. PKB merupakan partai politik yang lahir dan dibidani oleh orang-orang yang berasal dari pesantren yang notabene adalah orang-orang NU. Fenomena keterlibatan pesantren dalam dunia politik hampir dialami oleh setiap pesantren di negeri ini termasuk PP-AM Krapyak yang berdomisili di Yogyakrta tepatnya di Desa Panggunghardjo Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul. Keterlibatan PP-AM Krapyak dalam dunia politik semakin di perkuat dengan munculnya istri pemimpin PP-AM Krapyak yaitu nyi Fatimah Ida Zaenal Abidin dalam persaingan merebut kursi aggota Dewan dari Partai Kebangkitan Bangsa. Suksesnya nyi Fatimah Ida Zaenal Abidin dan unggulnya PKB dari partai-partai politik lain manjadi catatan penting untuk melihat keterlibatan sekaligus besarnya partisipasi santri dalam mendukung dan membesarkan nama PKB. Alasan santri PP-AM Krapyak dalam menentukan pilihan politik ke PKB adalah karena PKB merupakan partai politik yang di peruntukan oleh warga masyarakat NU, sekaligus untuk menampung aspirasi santri yang selama 32 tahun Orde Baru berkuasa tidak pernah terwakili di parlemen. Penelitian ini menggunakan teori interaksionisme simboliknya Herbert Blumer dimana dalam teori ini dijelaskan tentang hubungan antara masyarakat dengan individu, tentang bagimana yang satu mencerminkan yang lain, bagimana masyarakat membentuk atau mempengaruhi individu atau sebaliknya, individu mempengaruhi masyarakat. Korelasi teori ini dengan fenomena yang ada dilapangan adalah adanya komunikasi politik antara kiai dengan santinya, kiai dengan masyarakat sekitar pesantren, atau santri dengan masyarakat sekitar pesantren, bagaimana individu dalam hal ini kiai bisa mempengaruhi kelompok masyarakat sekitar pesantren, santri sebagai kelompok bisa mempengaruhi masyarakat sekitar pesantren. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan tehnik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi mendalam, metode wawancara, metode riwayat hidup (live history)yang secara garis besar berpedoman pada interview guide dan tipe rekorder sebagai alat pengumpul data. Pada pemilu 1999 dan 2004 perolehan suara PKB di lingkungan PP-AM Krapyak cukup signifikan, PKB unggul dibandingkan dengan artai-partai politik lain seperti PPP, PKU, dan gabungan dari partai-partai lainnya. Pemilu 1999, PKB memperoleh 7415, PPP 75 suara, PKU, 58 suara, dan gabungan partai-partai lain memperoleh 32 suara. Sedangkan pada pemilu 2004 PKB memperoleh 8,676 suara, PPP 67 suara, PKU 56 suara, Dan gabungan partai-partai lain 34 suara. Dengan demikian dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa santri PP-AM Krapyak punya kontribusi yang sangat besar dalam menempatkan PKB sebagai partai politik yang paling di favoritkan di lingkungan pesantren dan lingkungan msyarakat sekitar pesantren PP-AM Krapyak, yang akhirnya PKB memposisikan diri sebagai partai politik pemenang pemilu di Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kata Kunci : Partai Politik; Santri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.