Kinerja Implementasi Program Pembangunan Pedesaan (Studi Tentang P2MPD Di Desa Mulyodadi Kecamatan Bambanglipuro Kabupaten Bantul DIY)
KEBAN, Andreas Yulianto, Andreas Yulianto Keban
2005 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Usif Sonba’i sebagai Raja Atoin Meto di daratan Timor Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Tokoh adat yang perannya cukup signifikan dalam pasang surut pemerintahan di Kabupaten Kupang. Sebagai salah satu elite tradisional, peran sosial yang mereka miliki mempunyai pengaruh yang besar bagi masyarakat lokal. Mereka adalah panutan dan teladan bagi masyarakat sehingga mereka adalah sebuah simbol yang selalu dihormati dan dipatuhi. Dia berusaha melestarikan status quo yang telah dimilikinya dari masa lalu dengan mengubah distribusi modal yang dimilikinya dalam konteks kekinian. Lebih lanjut, tesis ini mendeskripsikan, Pertama Bagaimana Strategi Usif Sonba’i untuk tetap dominan dalam perubahan struktur pemerintahan di Desa Kauniki ?. Kedua, Apakah Modal yang dimiliki Usif Sonba’i untuk tetap dominan di Desa Kauniki?. Ketiga, Bagaimana Modal tersebut digunakan sebagai strategi untuk tetap dominan? Metode yang digunakan dalam tesis ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dari hasil temuan dilapangan akan dipaparkan secara deskriptif analitis. Catatan lapangan dari hasil percakapan dan observasi merupakan unsur penting dalam penulisan data, kemudian dipadukan dengan data sekunder yang diperoleh, seperti naskah kuno, kajian terdahulu. Pemilihan informan dilakukan secara Puposive, yakni menentukan informan berdasarkan pengetahuan dan kemampuan mengenai masalah yang dikaji. Teknik ini dipilih karena peneliti adalah aparatur Pemerintah Daerah yang telah lama tinggal di lokasi penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Usif Sonba’i mempertahankan dominasinya dengan strategi reproduksi dan Pertukaran modal yang dimilikinya. Bentuk strategi reproduksi yang dilakukan adalah pewarisan nama keluarga, dan relasi kekerabatan yang dibangun dari pola pernikahan. Selanjutnya, bentuk strategi pertukaran yang dilakukan adalah menguasai sumber daya yang ada, seperti tanah, hutan, ternak. Keberhasilan dari strategi yang dibangun tidak terlepas dari akumulasi modal yang dia miliki, yakni ekonomi, budaya, dan simbolik. Pada era demokrasi, Usif Sonba’i menggunakan akumulasi modal tersebut diatas untuk memenangkannya dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa di lokasi kerajaan yang pernah dipimpinnya. Berkat modal budaya yang tak terbagi yaitu natoni dan penguasaan modal budaya baru berupa ijazah, serta mobilisasi modal ekonomi menghantarkan Usif sonba’i terpilih sebagai Kepala Desa, hal ini menunjukkan bahwa dominasi keusifan Sonba‟I di lokasi tersebut tetap eksis dari masa ke masa. Berawal dari Desa Kauniki, Perubahan habitus dan penguasaan modal Usif sonba‟i membuka peluang untuk bertarung dalam arena supra-desa dan mengembalikan romantisme kekuasaan masa lalu.
Kata Kunci : Pemerintahan Daerah, Local Government