Laporkan Masalah

Kinerja Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta

RAHMI, Hennyka, Hennyka Rahmi

2005 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Di Indonesia, khususnya di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, pertanian masih merupakan sektor yang mempunyai peranan penting dalam menunjang perekonomian daerah. Walaupun tanggungjawab pengembangan pembangunan pertanian tidak hanya ada pada Dinas Pertanian Propinsi DIY, tetapi kinerja yang baik Dinas Pertanian Propinsi DIY sangat penting. Bagaimana usaha Dinas Pertanian untuk mengembangan pertanian, ditengah kelemahan kondisi pertanian di DIY, yaitu keterbatasan sumber daya lahan dan air. Serta permasalahan intern Dinas Pertanian, yaitu kegamangan dan kurangnya koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota, sebagai dampak dari UU No.22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Penelitian ini berusaha melihat bagaimana kinerja Dinas Pertanian. Propinsi DIY, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Indikator yang digunakan adalah produktivitas, kualitas layanan, responsivitas dan akuntabilitas. Dari hasil penelitian, dapat dilihat kinerja Dinas Pertanian. Dilihat dari indikator produktivitas, dari pelaksanaan semua program, sasaran yang ditetapkan dapat tercapai, meskipun tidak semua produksi mengalami kenaikan. Dari indikator kualitas layanan masyarakat petani sebagai pengguna utama pelayanan dinas mengakui cukup puas. Sedangkan dari responsivitas. Dinas Pertanian berusaha membuat program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dengan cara menampung aspirasi masyarakat. Yang terakhir adalah akuntabilitas. Selain dengan akuntabilitas internal, juga dilakukan dengar pendapat dengan masyarakat maupun badan legislatif. Saran yang cukup penting untuk meningkatkan kinerja Dinas Pertanian adalah memperkuat koordinasi dengnan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota, sehingga menimbulkan pemahaman dan pemikiran yang sama dalam mewujudkan paradigma baru pembangunan pertanian di Yogyakarta. Untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas, Dinas Pertanian harus bekerjasama dengan instansi terkait(misalnya LIPI, dan Perguruan Tinggi) untuk mengembangkan teknologi tepat guna yang bisa meningkatkan produksi pertanian. Apakah itu berupa cara, alat atau pengembangan benih(penemuan bibit unggul), tanpa merusak lingkungan sekitar, atau paling tidak meminimalisir dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Untuk meningkatkan kualitas dan responsivitas, Dinas Pertanian hendaknya berusaha untuk lebih mengenali kebutuhan masyarakat, dengan cara lebih sering terjun langsung kemasyarakat, mengadakan pertemuan dengan kelompok-kelompok tani sehingga program dan kegiatan yng dibuat benar-benar dapat menyentuh masyarakat petani, yang akhirnya berimbas pada peningkatan produksi, serta diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani

Kata Kunci : Kinerja Organisasi, Pekerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.