Implementasi Proyek Peningkatan Ketrampilan Tenaga Kerja di Kabupaten Sleman
SETIAWAN, Agus, Agus Setiawan
2005 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis pada masalah ketenagakerjaan khususnya masalah penciptaan lapangan kerja sebagai upaya untuk mengatasi masalah pengangguran. Data menunjukkan pertumbuhan penduduk di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata sebesar 0,72 % setiap tahun. Dari keempat kabupaten dan kota di Propinsi DIY, Kabupaten Sleman memiliki jumlah penduduk terbesar. Sayangnya dari 42 % penduduk Kabupaten Sleman adalah angkatan tenaga kerja yang sebagian masih menganggur, sedangkan pertumbuhan tenaga kerja belum seimbang dengan kesempatan kerja yang tersedia. Beranjak dari kondisi ini Dinas Tenaga Kerja Propinsi DIY melaksanakan Proyek Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja yang bertujuan untuk meingkatkan kualitas sumber daya manusia dengan membekali keterampilan untuk menciptakan lapangan kerja mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Proyek Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja di Kabupaten Sleman. Dalam implementasi proyek tersebut diduga akan dipengaruhi oleh karakteristik agen pelaksana, komunikasi dan peran serta stakeholders. Masing-masing variabel akan mempengaruhi implementasi proyek PKTK dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang dalam operasionalnya menggunakan wawancara mendalam, pemanfaatan data sekunder dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan yang dimulai dengan peringkasan data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan agen pelaksana dalam persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan, seleksi bantuan modal dan alat kerja telah cukup memadai. Sedangkan kemampuan agen pelaksana masih kurang cukup memadai dalam pengawasan bantuan yang diberikan oleh BLK kepada KKP. Komitmen dari agen pelaksana juga kurang cukup baik dalam membantu mengembangkan KKP yang telah terbentuk. Sedangkan daya tanggap agen pelaksana telah baik dalam menampung aspirasi yang berkembang di KKP-KKP. Untuk komunikasi telah dapat berjalan dengan baik antar agen pelaksana maupun antara agen pelaksana dengan kelompok sasaran. Dalam penelitian ini juga terlihat peran serta yang positif baik dari stakeholders dalam memberikan bantuan instruktur untuk melatih maupun dari kelompok sasaran dalam mendukung pelatihan keterampilan. Dari kesimpulan yang diambil, penulis memberikan saran agar pelatihan melibatkan pihak swasta agar keterampilan yang didapat peserta lebih berkembang, begitu pula untuk menyediakan alat-alat yang lebih lengkap. Sedangkan penambahan PPL juga diperlukan untuk memperbaiki pengawasan dan pembinaan kepada KKP.
Kata Kunci : Sumber Daya Manusia