Strategi Industri Kecil Dalam Mempertahankan Kelangsungan Usaha (Studi Tentang Kerajinan Reog di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur)
RIANAWATI, Christy, Christy Rianawati
2005 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa permasalahan-permasalahan yang menghambat implementasi program pendidikan damai secara optimal di Ambon, sekaligus juga memberikan rekomendasi bagi pengembangan program tersebut. Program pendidikan damai pada dasarnya merupakan suatu bentuk pencegahan konflik yang diupayakan untuk menanamkan nilai-nilai perdamaian dalam diri para generasi muda melalui suatu kurikulum pendidikan damai yang disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan daerah atau Negara setempat, yang dalam konteks ini dilakukan secara formal di sekolah-sekolah. Melalui upaya inilah, para generasi muda Maluku pada umumnya, diharapkan menjadi generasi muda yang membudayakan perdamaian sehingga dapat mendukung perdamaian berkelanjutan. Dari penjelasan tersebut, pendidikan damai tentunya merupakan suatu kebutuhan mendasar mengingat kondisi Maluku yang belum benar-benar damai atau dengan kata lain belum mencapai taraf suatu perdamaian yang positif menurut konsep Galtung. Kondisi Maluku dalam kurun waktu 5 tahun belakangan ini, yang kerap kali dilanda pertikaian diantara pihak Muslim dan Kristen maupun aksi-aksi pembakaran yang didasarkan pada isu ketidakadilan diantara kedua agama tersebut jelas mencerminkan suatu kondisi yang belum damai. Ketika dihadapkan dengan kondisi seperti ini, maka salah satu cara alternatif yang wajib diupayakan ialah program pendidikan damai. Namun sayangnya, meskipun pihak eksternal seperti UNICEF, UNDP, bahkan LSM lainnya telah berupaya untuk membantu Pemerintah Daerah/Kota dalam memprogramkan pendidikan damai, program ini pada nyatanya tidak dapat terimplementasi secara optimal di Kota Ambon dan bahkan mengalami stagnasi. Penulis menyakini bahwa ada dua hal penting yang menghambat implementasi program ini secara optimal yaitu hal yang bersifat teknis dan substantif. Secara teknis, penulis menemukan beberapa aspek yang menghambat seperti training guru, implementasi kebijakan, kurikulum, koordinasi serta monitoring dan evaluasi, berdasarkan hasil wawancara terhadap sejumlah narasumber. Hal tersebut pada dasarnya lahir dari suatu perencanaan yang tidak memiliki prinsip komprehensif sehingga kemudian sangat berpengaruh pada kelima aspek tersebut. Sedangkan secara substantif, pemerintah lokal sendiri belum sepenuhnya berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian jangka panjang di Maluku, sehingga tidak terlalu menganggap program ini sebagai suatu kebutuhan. Kedua hal inilah yang kemudian menjadi penghambat berkembangnya program pendidikan damai di Kota Ambon secara khusus dan Maluku secara umum. Oleh sebab itu, rekomendasi utama penelitan ini terletak pada kedua aspek tersebut dimana secara teknis, baik pemerintah, stakeholders, maupun pihak-pihak terkait lainnya harus meningkatkan kualitas perencanaan program ini, agar dapat terimplementasi dengan baik dan juga yang tidak kalah pentingnya bagaimana mereka dapat berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Maluku. Kata Kunci: Pendidikan Damai, Konflik Maluku, Perdamaian Berkelanjutan.
Kata Kunci : Enterpreneur, Wirasasta