Laporkan Masalah

Motivasi Feminis Laki-laki Rifka Annisa Womens Crisis Center Yogyakarta

HIDAYATI, Lita Wakiyatina, Lita Wakiyatina Hidayati

2005 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Segara Anakan yang terletak pada sepanjang batas sebelah barat pesisir selatan Jawa tengah, adalah sebuah laguna yang dikelilingi oleh rawa mangrove dan dataran lumpur. Di laguna ini terdapat muara beberapa sungai besar dan kecil yang berhulu di wilayah Propinsi Jawa Barat ( Kabupaten Ciamais ) dan Jawa Tengah ( Kabupaten Cilacap ) Laguna ini berfungsi sebagai tempat pemijahan ( nursery ground ), daerah asuhan ( spawning ground ) dan tempat mencari makan ( feeding ground ) bagi berbgai jenis fauna darat maupun fauna air khususnya berbagai jenis ikan, udang dan kepiting. Fungsinya sebagai siklus hidup biota perairan membuat kedudukan Segara Anakan menjadi sangat penting bagi ketersediaan sumberdaya perairan baik didalam Laguna , di peraiaran pesisir bagian selatan Pulau Jawa, maupun di perairan samudra lepas laguna ( Samudra Indonesia, yang berdasarkan laporan akhir Benefit Monitoring and Evaluation ( BME ) 2001 pada awal tahun 1900- an luas laguna Segara anakan yaitu 6400 ha. Pada masa ini masyarakat Kampung Laut yang pada umumnya adalah Nelayan, dapat dikatakan tidak mengalami kesulitan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, karena keberadaan berbagai jenis ikan, udang dan kepiting masih sangat melipah. Namun kondisi itu saat ini sudah sangat jauh berbeda, karena ada perubahan alam yaitu terjadinya pendangkalan dan penyempitan laguna akibat besarnya laju sedimentasi yang bersumber dari endapan lumpur yang terbawa oleh sungai Citanduy yang ber- DAS ( Daerah Aliran Sungai ) luas sampai Jawa Barat, yang pada tahun 2002 menyusut tinggal sekitar 500 – 700 ha. Perubahan alam seperti itu berakibat langsung terhadap kehidupan masyarakat kampung Laut yang pada umumnya Nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil menangkap ikan di Segara Anakan yang telah dilakukan secara turun temurun. Dengan adanya kondisi seperti inilah maka penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana masarakat Kampung laut kususnya masyarakat Desa Ujung Gagak dapat bertahan hidup dalam situasi kerusakan sumberdaya alam laguna Segara Anakan. Dari uraian tersebut diatas tibul pertanyaan ; Bagaimanakah Nelayan Kampung Laut Desa Ujung Gagak bertahan hidup dengan melakukan pergeseran mata pencaharian ditengah – tengah kerusakan sumber daya alam Segara Anakan?. Dari pertanyaan besar tersebut dapat diurai sebagai berikut; 1) Bagaimanakah adaptasi terhadap lingkungan yang berubah agar mereka tetap bertahan hidup dan bagaimana dinamika perubahan pola kerja? 2) Bagaimanakah kerjasama secara kolektif fungsional untuk memecahkan persoalan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, penulis melakukan penelitan dengan metode sebagai berikut; 1) Jenis penelitian ; Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis strategi nelayan Kampung laut Desa ujung Gagak adalah deskriptif kualitatif, yaitu untuk menggambarkan fakta dan karakteristik masarakat Desa Ujung Gagak dengan data ix yang diperoleh baik secara lesan dari para responden maupun data tertulis dari dokemen yang ada. 2) Ruang lingkup penelitian ; Ruang lingkup penelitian adalah Desa Ujung Gagak Kecamatan Kampung Laut. 3) Tehnik pengumpulan Data; a. Penelitian Kepustakaan ( Library Research ) ; Penelitian Kepustakaan ini dalam rangka untuk mengumpulkan data sekunder baik melalui leteratur maupun melalui dokumen-dokumen yang ada. b. Penelitian lapangan ( Field Research ) ; Dalam penelitian lapangan ini, penulis melakukan pengamatan langsung dilapangan ( observasi ) dan melakukan wawancara secara mendalam ( In depth Interview ) kepada responden. Dari penelitian yang dilakukan seperti tersebut diatas, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi pergaseran pola hidup dari sebagai Nelayan menjadi petani dan non petani dan terjadinya pergeseran bagi para istri yang tadinya hanya sebagai ibu rumah tangga yang hanya tinggal dirumah untuk mengasuh anak, sekarang ikut terjun ke berbagai bidang pekerjaan untuk mebantu suami mencukupi kebutuhan hidupnya, mereka juga mampu membangun kerjasama secara kolektif fungsional untuk memecahkan segala persoalan yang mereka hadapi, sehingga walaupun terjadi kerusakan lingkungan hidup Segara Anakan, masarakat Desa Ujung Gagak Kecamatan Kampung Laut tetap dapat bertahan hidup. Kata kunci : nelayan – Kampung Laut – pergeseran – mata pencaharian.

Kata Kunci : Gender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.